Salah satu mahasiswa UPN yang ikut demonstrasi, Bagas Wisnu Syammulya mengatakan, mereka turun ke jalan karena Indonesia hari ini sudah semakin tidak sesuai cita-cita pendiri bangsa. Hal itu pula yang mendasari narasi Indonesia Gelap diusung.
“Kemarin aku sama kawan-kawan ikut turun ke jalan bawa narasi Indonesia Gelap dan demo, demonstrasi, karena kita di mahasiswa melihat bahwa hari ini tuh Indonesia sudah sangat tidak sesuai dengan apa yang diharapkan pendiri bangsa,” kata Bagas dalam Sate Demokrasi di kanal YouTube Mahfud MD Official, Kamis (21/02/2025).
Bagas melihat, hari ini begitu banyak masalah-masalah yang muncul di Indonesia. Bahkan, setiap kali membuka media sosial seperti Instagram atau TikTok, cukup 10, 20, atau 30 menit tidak mungkin kita tidak melihat masalah-masalah bangsa.
Anehnya, Bagas merasa, ketika melihat masalah-masalah itu kita seperti tidak tahu lagi cara menyelesaikannya. Mulai dari masalah di lembaga peradilan, lembaga hukum, ditambah dengan preseden yang telah membuat rasa percaya masyarakat sangat turun.
Belum lagi, pada awal tahun survei-survei menunjukkan lembaga yang tidak dipercaya bukan lagi Polri, tapi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ini menjadi satu kontradiktif karena mereka belum lagi dipilih masyarakat dalam kontestasi Pemilihan Legislatif.
Menurut Bagas, alasan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang baru 100an hari malah menjadi poin. Sebab, ia mengingatkan, dalam 100an hari saja sudah begitu banyak masalah-masalah lahir yang membuat masyarakat semakin marah.
“Itu poinnya malah, yang jadi problem tuh itu, baru 100 hari berkuasa, baru 100 hari berjalan pemerintahan, kok sudah banyak banget masalah dan kebijakan kebijakan yang kemudian meresahkan masyarakat, akhirnya kita sama-sama resah,” ujar Bagas.
Bagas menekankan, ini bukan semangat mahasiswa saja. Tapi, semangat orang tua yang sempat kesulitan mencari LPG 3 kg, semangat dosen yang tunjangannya tidak dibayar, sampai semangat anak-anak yang berpotensi tidak mendapatkan pendidikan ilmiah.
“Kita tidak ke kabur lebih tepatnya, mungkin teman-teman yang kemarin turun ke jalan malah bukan kabur, malah kita lawan aja dulu, bukan kabur aja dulu, jangan kabur aja dulu, lawan aja dulu,” kata mahasiswa hukum tata negara tersebut. (*)
