Kena PHP Rektorat, Mahasiswa UI Bakal Aksi Tuntut Keringanan UKT dan Transparansi Keuangan

UI
Suasana Mahasiswa dan BEM UI tengah berdialog dengan Dirmawa di Pusgiwa UI. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews.com Sejumlah Mahasiswa lintas fakultas di Universitas Indonesia (UI) melakukan upaya-upaya untuk mendorong pihak akademik terbuka terkait dengan informasi keuangan kampus, khususnya di tengah situasi pandemi COVID-19.

Tuntutan tersebut diupayakan karena berkaitan dengan desakan Mahasiswa yang meminta ada keringanan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Bacaan Lainnya

Berdasarkan keterangan dari koordinator Mahasiswa, Leon Alvinda Putra saat ditemui di Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) UI, bahwa pihak rektorat sampai saat ini masih belum bersedia menemui mereka untuk beraudiensi terkait dengan tuntutan mereka.

“Kita sudah audiensi sejak awal Juli, minggu lalu audiensi juga terbuka, kita sampaikan tuntutan,” kata Leon kepada Inisiatifnews.com, Kamis (23/7/2020).

Kepala Departemen Kajian Strategis Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) tersebut mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan survei terhadap 3.500 Mahasiswa untuk mencari jejak pendapat terkait dengan tuntutan yang dibawakannya itu. Bahkan berbagai rekomendasi juga sudah disampaikan secara resmi kepada pihak rektorat. Sayangnya, upaya tersebut masih nihil karena belum mendapatkan respon apapun sampai dengan saat ini.

“Data kita survei lebih dari 3.500 orang, rekomendasi sudah kami berikan namun jawabannya dijanjikannya harusnya hari ini dari pihak rektorat, karena minggu lalu hanya Dirmawa yang hadir dan tidak ada pihak Keuangan yang bisa menjelaskan,” ujarnya.

Dan ia juga menyampaikan kekecewaanya hari ini karena janji rektorat teringkari dalam agenda audiensi di Pusgiwa UI. Karena selama audiensi digelar untuk ketiga kalinya, yang hadir hanya Direktur Mahasiswa (Dirmawa) UI saja, yakni Devie Rahmawati.

“Kami sangat sayangkan, makanya kami akhirnya memutuskan (menghentikan) audiensi (hari) ini karena tidak ada jawaban juga. Karena yang hadir hanya Dirmawa lagi, sedangkan pertanyaan kami soal Keuangan terus kan, soal UKT dan transparansi, jadi tidak kejelasan,” imbuhnya.

Rencananya, audiensi lanjutan akan dilakukan pekan depan dengan pihak rektorat. Hanya saja karena sudah merasa tiga kali dikecewakan dengan sikap rektorat, maka Leon bersama para Mahasiswa dan BEM UI akan mengiringi aksi unjuk rasa.

“Makanya kita putuskan untuk melakukan audiensi lagi dengan diiringi aksi-aksi. Karena temen-teman butuh penjelasan dan komunikasi, sementara kami belum melihat ada i’tikad baik dari rektorat terutama bidang Keuangan,” tandasnya.

Tuntutan Mahasiswa

Leon juga menjelaskan beberapa hal terkait dengan tuntutan mereka kepada pihak kampus. Ada 6 poin yang menjadi tuntutan utama. Ia menyebutkan antara lain ;

1. Transpatansi, kita mau tahu kondisi keuangan UI sblm dan setelah masa pandemi.

2. Evaluasi PJJ semester lalu.

3. Penyesuaian UKT semua program dan semua jenjang, baik itu sarjana, pasca sarjana, doktoral dan lain sebagainya.

4. Pengalokasian anggaran selama PJJ yang tidak digunakan kepada anggaran lain, baik berupa bantuan logistik bagi mahasiswa yang di sekitar kampus dan subsidi pulsa.

5. Memperpanjang pembayaran cicilan. Karena pembayaran cicilan ini sangat pendek waktunya hanya 6 minggu baru selesai. Padahal orang dapat gaji saja 1 bulan sekali, artinya kalau dia nyicil dua kali gaji, itu bagaimana mau bayarnya.

6. Pembuatan SOP pembayaran. Misalnya UI mengeluarkan surat rektor untuk mahasiswa tingkat akhir yang ngambil skripsi hanya membayar Rp 500 ribu. Itu juga nggak clear, (surat rektor) dikembalikan ke fakultas, akhirnya di masing-masing fakultas kebijakannya masing-masing berbeda. Ada fakultas yang (harus) pakai surat RT/RW, ada yang nggak pakai surat sama sekali. Makanya mahasiswa bingung, fakultas ini gampang kok fakultas ini susah. SOP-nya tidak clear dari UI-nya.

Mahasiswa UI
Mahasiswa membentangkan spanduk tuntutan ke rektorat kampus UI. [foto : Inisiatifnews]

Sikap Mahasiswa

Lebih lanjut, Leon juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah membicarakan dan merumuskan terkait dengan kemungkinan-kemungkinan terjadi ke depannya ketika apa yang menjadi harapannya tidak diakomodir dengan baik oleh pihak rektorat.

Salah satunya adalah akan melakukan audiensi lanjutan dengan diiringi aksi unjuk rasa Mahasiswa.

“Kita akan melakukan audiensi lagi dengan aksi-aksi dan ada rencana untuk menginap juga. Kemudian dari segi laporan kita akan ajukan keberatan ke PPID (Pejabat Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi UI), kalau memang tidak dikabulkan juga, mungkin kita akan ajukan ke Komisi Informasi Pusat (KIP). Namun masih dalam kita riset,” paparnya.

Namun demikian, Leon sangat berharap agar pihak rektorat mau bersikap arif untuk menemui mereka melakukan audiensi untuk mencari solusi konkret bersama. Setidaknya keputusan bisa diambil sebelum masa pembayaran UKT yakni mulai akhir bulan Juli ini.

“Bayar UKT mulai akhir bulan ini, makanya kita pengennya ada kesepakatan sebelum mulai bayar. Jadi jangan sampai bertele-tele dan kita sudah memasuki masa bayar tapi belum ada kepastian. Kita nggak mau seperti itu,” tutupnya. [NOE]

Temukan kami di Google News.