Inisiatifnews.com – Hari ini agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) telah berlangsung. Dalam rapat tersebut, diputuskan bahwa Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) era Kabinet Indonesia Kerja Rudiantara sebagai komisaris utama (Komut) perseroan.
“Pergantian pengurus perseroan. Persetujuan pengunduran diri Pak Sukarwo. Selanjutnya mengangkat Rudiantara menjadi Komut,” kata Direktur Pemasaran dan Supply Chain SMGR, Adi Munandir dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (19/6/2020).
Berikut adalah formasi jajaran komisaris dan direksi di PT Semen Indonesia (Persero);
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Rudiantara
Komisaris: Lydia Silvanna Djaman
Komisaris Independen: Nasaruddin Umar
Komisaris Independen: Mochamad Choliq
Komisaris: Astera Primanto Bhakti
Komisaris: Hendrika Nora O. Sinaga
Komisaris: Sony Subrata
Dewan Direksi
Direktur Utama: Hendi Prio Santoso
Direktur Produksi: Benny Wendry
Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan Usaha: Fadjar Judisiawan
Direktur Keuangan: Doddy Sulasmono D
Direktur Pemasaran dan Supply Chain: Adi Munandir
Direktur Engineering dan Project: Tri Abdisatrijo
Direktur SDM dan Hukum: Tina T Kemala Intan.
Sekilas tentang Rudiantara
Rudiantara yang akrab disapa Chief RA adalah pria kelahiran Bogor, 3 Mei tahun 1959. Dia memulai pendidikan tingginya di Universitas Padjajaran yang kemudian lulus menjadi sarjana Statistik.
Karirnya terbilang panjang. Terakhir dia menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika di Kabinet ‘Kerja’. Sebagai profesional ia memulai karirnya sebagai Manager Marketing Indosat tahun 1986.
Di Indosat dia cukup lama mengabdi, karena dirinya pernah menghabiskan karir kurang lebih selama 11 tahun di operator yang identik dengan warna kuning tersebut.
Karir Rudiantara di bisnis ini terus berlanjut setelah dirinya dipilih sebagai Chief Operation Officer PT Exelcomindo Pratama atau yang dikenal sekarang sebagai XL Axiata.
Sebelumnya juga dia pernah mengembang posisi yang serupa di PT Telekomunikasi Indonesia.
Tiga tahun di XL, Rudiantara berpindah lagi ke PT Telekomunikasi Indonesia sebagai salah satu anggota komisaris dan kemudian menjadi Komisaris Independen.
Selain di Indosat, Telkom, Telkomsel dan XL, Rudiantara juga pernah menempati posisi startagis di PT Semen Gresik dan Wakil Direktur PLN selama kurang lebih dua tahun.
Di PLN, dia berhasil mewujudkan pembangkit listrik bermesin turbin batubara. RA juga ukses mengumpulkan dana untuk pembangunan listrik 10 ribu megawatt, walau kemudian mundur pada tahun 2009.
Dengan segudang pengalaman di perusahaan telekomunikasi dan beberapa perusahaan lainnya, tentu saja sangat menarik gebrakan yang dilakukan oleh Rudiantara. []
