Firman Syah Ali Minta Pemerintah Serius Perhatikan Madura

Ketua Gerakan Solidaritas Masyarakat Membangun Pamekasan Sejahtera (Sorban Mera) Firman Syah Ali bersama Wapres KH Ma'ruf Amin

Inisiatifnews.com – Ketua Gerakan Solidaritas Masyarakat Membangun Pamekasan Sejahtera (Sorban Mera) Firman Syah Ali prihatin karena hasil swab test Covid-19 di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, sangat lama. Dikatakannya, masyarakat bisa menunggu antara 14 sampai dengan 23 hari.

“Entah terpengaruh oleh siapa, kesadaran grass root pamekasan bahaya Covid-19 sangat rendah, bahkan sampai pada level tidak percaya keberadaan Covid-19. Oleh karena itu pemerintah harus bergerak serba cepat terutama di bidang swab test” ujar Pengurus Harian LP Ma’arif NU Jawa Timur ini, Sabtu (30/5).

Bacaan Lainnya

Diakuinya, banyak tenaga medis di Pamekasan curhat ke dirinya. Mereka merasa kewalahan dengan tingkah polah para Pasien Covid-19 selama menunggu hasil swab test.

Ada yang gedor-gedor pintu rumah sakit, ada yang mengancam petugas, ada yang pulang paksa, bahkan lebaran kemarin, ada yang sampai berlebaran dengan handai taulan meski mereka dalam kategori Pasien dalam Pengawasan (PDP).

“Kalau nanti hasil swab tesnya negatif ya Alhamdulillah. Tapi kalau hasilnya ternyata positif bagaimana?” heran Bendahara Umum Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Jawa Timur ini.

Dengan mempertimbangkan karakter masyarakat Madura, serta tingkat kesadaran yang terbilang rendah, Kak Mamang, sapaan akrabnya Firman Syah Ali ini meminta, sebaiknya Madura diberi alat tes PCR sendiri, agar tidak tergantung kepada Surabaya.

Anggota Badan Pertimbangan Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jawa Timur ini berharap kondisi karakteristik masyarakat Madura menjadi perhatian para stakeholders, baik pusat maupun daerah.

“Bahaya kalau terus-terusan begini. Keselamatan masyarakat terancam, tolong para stakeholders terutama penentu kebijakan dan pengguna anggaran, beri atensi untuk Madura” pungkas Ketua Pengurus Koordinatoriat Sahabat Mahfud MD Jawa Timur ini. (FMM)