Muannas Alaidid : Banyak Orang Pintar Pura-pura Tak Paham Kritik dan Hasutan

muannas
Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid.

Inisiatifnews.com Ketua Umum Cyber Indonesia, Habib Muannas Alaidid menyebut bahwa banyak orang-orang yang memiliki intelektualitas dan pendidikan yang baik seolah tengah berpura-pura tidak bisa membedakan, mana konten kritikan dan mana konten hasutan.

Bagi Muannas, kondisi tersebut justru menjadi salah satu problem besar bangsa Indonesia saat ini.

Bacaan Lainnya

“Masalah terbesar kita hari ini, banyak orang pintar pura-pura tidak paham membedakan kritik dan hasutan sehingga banyak orang awam ikut-ikutan,” kata Muannas, Jumat (29/5/2020).

Kondisi tersebut kata Muannas, juga menjadi salah satu penyumbang rusaknya tatanan sosial di kalangan masyarakat khususnya lapisan grass root.

“Tatanan sosial kita akan hancur kalau peradaban kita dibiarkan dibangun dengan cara-cara seperti ini, meski sudah diingatkan baik-baik,” ujarnya.

Statemen ini dilontarkan Muannas untuk merespon banyaknya lembaga NGO yang membela jurnalis senior Farid Gaban karena dinilainya telah menyebarkan konten hoaks soal kerjasama Kementerian Koperasi dan UKM dengan marketplace Blibli.com.

Bagi Muannas, kategori apakah sebuah konten itu berkonteks kritik ataukah hasutan bukan berasal dari individu, namun bisa dibuktikan secara hukum.

Kemudian, advokat yang juga kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu pun mengharapkan, agar Farid Gaban tidak playing victim dan melakukan aksi keroyokan untuk menyerang dirinya. Jika menang penanggungjawab media Geotimes tersebut merasa benar, sebaiknya tidak perlu takut dengan proses hukum untuk membuktikan kicauannya apakah merupakan sebuah kritikan atau hasutan.

“Jangan mau dibohongi pakai kritik, bukan anda yang menentukan itu kritik atau tuduhan, begitu juga dengan hasutan dan kebebasan berpendapat tapi proses hukum. Kalau anda yakin itu kritik anda juga gak perlu khawatir artinya anda paham betul masalah dan punya data ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan,” kata Muannas.

Untuk menjawab pertanyaan beberapa kalangan terkait keberpihakan dirinya di dalam kasus pelaporan tersebut, Muannas menyebut bahwa kasus yang dialamatkan kepada Farid Gaban bukan bagian dari delik aduan. Sekalipun Menteri Teten Masduki tidak mempersoalkan kicauan Farid tersebut.

“Hoaks berkedok kritik dibela, cuma karena Teten katanya gak soal ?. Hoak itu bukan delik aduan, dilaporkan atau tidak, tetap diproses. Yang menyebarkan hoak dari soal ijazah, surat terbuka, tuduhan PKI ke Jokowi semua diproses, memangnya disoal juga sama Jokowi ? Panik Bener,” tandasnya. [NOE]