Langkah Darurat Harus Disiapkan Jika Covid-19 Tak Terkendali

Stanislaus riyanta
Pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta menilai bahwa keterbukaan informasi terhadap wabah Covid-19 adalah sesuatu yang penting demi meningkatkan kewaspadaan terhadap masyarakat.

“Jujur mengungkap data itu perlu sebagai suatu langkah kewaspadaan,” kata Stanislaus kepada wartawan, Selasa (17/3/2020).

Bacaan Lainnya

Ia juga mengharapkan agar pemerintah selalu menginformasikan terhadap ketersediaan Rumah Sakit yang ditugaskan untuk menangani kasus Covid-19.

“Pemerintah tidak hanya perlu mengungkap data yang positif Covid-19 dan ODP (orang dalam pantauan) tetapi juga ungkap data daya tampung rumah sakit,” ujarnya.

Kemudian, Stanislaus juga meminta agar pemerintah melakukan upaya persiapan darurat jika wabah Covid-19 semakin merajalela dan daya tampung Rumah Sakit rujukan tidak mampu menampung pasien lagi.

“Jika jumlah orang yang harus ditangani sudah melebihi daya tampung rumah sakit apa yang harus dilakukan? Saat itulah tindakan luar biasa harus dilakukan seperti membangun RS darurat, mengubah bangunan tertentu menjadi RS darurat dan lain-lain,” tuturnya.

Update wabah Covid-19

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan bahwa hingga Selasa (17/3/2020) ada 172 kasus pasien positif virus corona atau Covid-19.

Dengan demikian, jumlah ini bertambah 38 orang dari pengumuman terakhir yang dilakukan pada Senin (16/3) sore.

“Total ada 172 kasus, kasus meninggal tetap lima orang,” ujar Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Selasa sore.

Yuri menjelaskan, sebanyak 12 kasus didapatkan sejak Senin sore hingga malam.

“Sehingga, sampai tanggal 15 (Maret 2020) ada 146 kasus,” ucapnya.

Kemudian, jumlah ini bertambah setelah dengan hasil pemeriksaan spesimen yang dilakukan Balitbang Kesehatan. Jumlahnya dari data yang dicek saat itu bertambah 20 kasus.

Setelah itu, pemeriksaan yang dilakukan Universitas Airlangga memperlihatkan bahwa ada tambahan enam kasus. [NOE]

Temukan kami di Google News.