Inisiatifnews.com – Setelah sekian lama menjadi corong politik dari kalangan milenial, kini terpaksa Dedek Prayudi alias Uki harus menghentikan sementara aktivitasnya di panggung politik tanah air.
Bahkan ia juga menyatakan jika dirinya close mic sebagai juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dinahkodai oleh Grace Natalie itu.
“Hari ini saya mengumumkan secara resmi bahwa saya off sementara waktu dari segala aktivitas Partai Solidaritas Indonesia, dan karenanya dengan ini saya bukan lagi jurubicara PSI,” kata Uki dalam siaran persnya, Selasa (3/3/2020).
Kepada publik, alumnus pasca sarjana Stockholm University Swedia tersebut menyatakan bahwa sepanjang dirinya berada di PSI, ia banyak sekali belajar tentang politik.
“Bagi saya, PSI adalah sekolah politik terbaik, tempat saya belajar dan menguji pengetahuan, kerja, pengalaman dan berbagai hal yang selama ini hanya saya baca di atas kertas,” ujarnya.
“Di PSI saya berguru di lapangan politik,” sambung Uki.
Pun demikian, eks Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) tersebut mengaku masih banyak yang harus ia pelajari baik teori maupun praktiknya.
Maka dari itu dengan kerendahan hati, Uki memilih untuk menghentikan sementara kegiatan politiknya itu untuk mengasah kemampuannya lagi di luar panggung politik.
“Di PSI saya juga belajar bahwa saya masih jauh dari sempurna dan harus terus belajar, baik teori maupun praktik. Karenanya, saya putuskan untuk off dari segala kegiatan PSI untuk fokus mengasah kapasitas saya,” tandasnya.
Keputusan dirinya untuk close mic dari jubir PSI ini juga dilakukan lantaran dirinya harus memgambil pendidikan lanjutannya. Dan Uki merasa kegiatan pendidikan dan aktivitas riset-risetnya nanti memerlukan effort yang tinggi baik tenaga, waktu dan pikiran sehingga ia tak mau terbebani dulu dengan persoalan politik praktis.
“Ini terpaksa saya lakukan untuk fokus melanjutkan studi S3 sambil mengerjakan beberapa proyek penelitian yang memerlukan konsentrasi penuh,” tuturnya.
Maka dari itu, ia berharap agar kelak setelah kegiatan belajar dan risetnya selesai, ia bisa menjadi pribadi yang lebih matang lagi dan siap berkontribusi di perhelatan politik selanjutnya.
“Dengan kapasitas keilmuan yang lebih baik dan segar, saya optimis kelak bisa lebih siap berjuang bersama menuju 2024,” tutupnya. [NOE]
