Inisiatifnews.com – Nahdlatul Ulama (NU) memasuki usia yang ke-94 tahun versi masehi pada tanggal 31 Januari nanti.
Tokoh Katolik, Antonius Benny Susetyo mengapresiasi peran organisasi Islam terbesar di Indonesia ini dari mulai mendirikan, menjaga, hingga ikut membangun negara dan bangsa Indonesia.
Romo Benny, sapaan karibnya, menyatakan, NU setia menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Nilai-nilai kebangsaan dan rahmat bagi bangsa menjadi ruh NU dalam menjaga Bhinneka Tunggal Ika.
NU dinilainya sebagai jangkar NKRI karena sejak awal berdiri hingga kini konsisten setia pada Pancasila.
“Peran NU amat penting dalam sejarah pergerakan bangsa. NU membawa nilai-nilai agama yang mengajarkan semangat kemanusian, tidak membedakan Suku Agama dan Ras,” kata Romo Benny kepada Inisiatifnews, Selasa (28/1/2020).
Hanya saja, Romo Benny meminta, NU mencermati era digital saat ini. Di mana hoaks dan ujaran kebencian merebak dan mengancam keutuhan bangsa. Peran NU akan sangat penting di era digitalisasi dan demokrasi yang menjadi wadah penyebaran paham anti-Pancasila.
“Saat ini ada kekuatan masif yang dapat menghancurkan keutuhan bangsa. NU yang memiliki basis ekonomi dan pendidikan punya peran penting menghalau ini,” ujar Romo Benny.
Peran santri dan media-media jaringan NU juga penting menghambat mewabahnya paham anti-Pancasila. “Di sini seluruh jajaran NU harus menguasai teknologi, komunikasi, dan informasi,” tegasnya.
Untuk diketahui, NU lahir pada 31 Januari 1926 silam, bertepatan dengan 16 Rajab 1344, di Surabaya, Jawa Timur. Untuk memperingati Hari Lahir ke-94 NU, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menyelenggarakan tasyakuran di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2020). (FMM)
