Menteri Edhy Prabowo : Korupsi Musuh Utama Kita

edhy prabowo
Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

Inisiatifnews – Edhy Prabowo menyampaikan bahwa pihaknya sangat memusuhi tindak pidana dan perilaku koruptif. Bahkan ia menyebutkan jika perilaku dan tindakan tersebut adalah musuh bersama bangsa Indonesia.

“KKP sebagai salah satu stakeholder di negara ini, bicara korupsi adalah musuh utama kita,” kata Edhy Prabowo di peringatan Hari Antikorupsi Dunia (Hakordia) di katornya, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2019).

Bacaan Lainnya

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) itu menilai bahwa Hakordia bukan hanya semata-mata ajang untuk simbolis semata, melainkan ajang untuk merefleksikan diri agar menjauhi tindak pidana korupsi, khususnya dalam menjalankan amanat negara.

“Acara Hakordia ini bukan hanya simbol tetapi harus jadi semangat kita dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Edhy Prabwo juga meminta agar para pejabat KKP memperhatikan tindakan dan perilaku sehari-hari agar tidak melakukan tindakan koruptif dalam bentuk apapun.

“Tingkah laku kita sehari-hari kita juga itu mencerminkan kita memberantas korupsi atau tidak,” tukasnya.

Disampaikan oleh salah satu petinggi Partai Gerindra itu, bahwa perilaku koruptif tidak selamanya dianalogikan kepada mencuri uang dan menyelewengkan uang untuk kepentingan pribadi atau kelompok saja. Melainkan tidak memberikan pelayanan yang baik bagi rakyat juga bagian dari perilaku koruptif sebagai pejabat pemerintahan.

“Melihat korupsi bukan hanya kita mengambil uang. Anda sebagai petugas yang melayani rakyat begitu ada yang datang ke Anda mau nggak nerima?. Kalau Anda nggak mau nerima itu sudah (kategori) korupsi,” tutur Edhy Prabowo.

Ia juga menuturkan kepada para anak buahnya di Kementerian Kelautan dan Perikanan, bahwa melayani masyarakat adalah kewajiban mereka sebagai aparatur sipil negara (ASN). Ia tak mau ada anak buahnya yang tidak memberikan kepada masyarakat, karena itu bagian dari tugas dan tanggungjawabnya.

“Orang yang mengadu ke kita entah masalahnya apa itu wajib dilayani. Entah dia bikin janji atau tidak karena tugas aparatur sipil negara itu melayani rakyat,” pungkasnya.

Kemudian Edhy juga menilai jika perilaku-perilaku baik dan menjalankan tugasnya sebagai amanat yang diterima, maka persoalan korupsi di Indonesia bisa hilang.

“Jika itu dilakukan maka masalah korupsi tinggal cerita saja,” imbuhnya. []

Temukan kami di Google News.