Wempy Sebut Seruan Rizieq di Milad 21 FPI Kepentingan Pribadi

Wempy hadir
Wempy Hadir.

Inisiatifnews – Pengamat politik dari Indopolling Network, Wempy Hadir menilai bahwa dua narasi penting yang disampaikan imam besar FPI, Habib Muhammad Rizieq bin Shihab tidak memiliki dasar apapun. Kedua narasi itu adalah penegakan NKRI Bersyariah dan penolakan pelantikan Jokowi-Maruf.

Bahkan ia meyakini apa yang disampaikan Rizieq dalam Milad 21 FPI di GOR Rawabadak kemarin itu hanya bentuk ekspresi pribadi Rizieq saja karena persoalan yang membelenggu dirinya.

Bacaan Lainnya

“Apa yang disampaikan oleh Rizieq Shihab tidak memiliki dasar yang kuat. Dia berbicara sesuka dia sesuai dengan kepentingannya. Jadi tidak heran kalau dia mengeluarkan pernyataan yang tidak masuk diakal,” kata Wempy kepada wartawan, Minggu (25/8/2019).

Terlebih sejauh ini kata Wempy, pemerintah masih menahan diri untuk mengeluarkan ijin perpanjangan ormas FPI, sehingga narasi yang disampaikan Rizieq juga menjadi pemicunya.

“Hal tersebut terpaksa dia lakukan di tengah kemungkinan tidak diijinkan FPI oleh pemerintah dengan berbagai pertimbangan yang sangat serius,” ujarnya.

Hanya saja, Wempy menilai sejauh perhatiannya terhadap Rizieq, bahwa apa yang dinarasikan imam besar FPI itu tidak akan berdampak besar bagi masyarakat Indonesia.

“Dampaknya tidak begitu besar, sebab Risieq sendiri sudah tidak terlalu didengar terutama oleh orang diluar FPI. Apalagi dia memiliki berbagai persoalan hukum yang harus segera ia hadapi di Indonesia,” pungkasnya.

Pun demikian, Wempy pun memberikan saran kepada pemerintah pusat untuk mengambil sikap tegas terhadap Rizieq itu khususnya dalam upaya penuntasan kasus hukum yang saat ini kabarnya masih ada yang tertunda.

“Saya berharap bahwa pemerintah bisa mengambil langkah tegas terhadap Risieq terutama penyelesaian berbagai persoalan hukum,” tutur Wempy.

Dan untuk Rizieq sendiri, ia pun menyinggung agar mertua Habib Muhammad Hanif Alatas itu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat Indonesia bahwa sebagai warga negara yang baik harus berani menuntaskan kasus hukumnya, bukan malah melarikan diri ke luar negeri.

“Selain itu, warga negara yang baik dan taat hukum, mestinya Risieq Shihab bisa menghadapi kasus hukum yang dilaporkan oleh beberapa Ormas di tanah air,” tandasnya.

Jika itu demikian dilakukan, Wempy meyakini para pengikut Habib Rizieq bisa bertahan dan percaya dengan dia.

“Jika tidak, maka lambat laun Risieq kehilangan kepercayaan oleh pengikutnya dan dia akan berjalan sendiri,” tutup Wempy.

Rizieq provokasi rakyat agar tak mengakui pelantikan Jokowi-Maruf hasil Pilpres 2019

Perlu diketahui, bahwa dalam acara Milad FPI ke 21 di lapangan sepak bola Rawabadak, Koja, Jakarta Utara pada hari Sabtu (24/8) kemarin, Habib Rizieq meminta agar rakyat Indonesia tidak mengakui adanya pelantikan Joko Widodo dan KH Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih hasil Pilpres 2019.

Menurutnya, Pilpres 2019 adalah produk politik yang mendapatkan hasil secara curang, sehingga dianggap Rizieq tidak memiliki legitimasi untuk dilantik pada tanggal 20 Oktober 2019 nanti.

“Saya serukan kepada rakyat dan bangsa Indonesia, untuk tidak mengakui kekuasaan siapapun yang berdiri atas dasar kedzaliman dan kecurangan. Ayo jadikan dzalim dan curang sebagai musuh bersama bagi bangsa dan negara,” kata Rizieq dalam rekaman audio yang diperdengarkan dalam acara Milad FPI ke 21 tahun itu.

Rizieq serukan kader FPI Tegakkan NKRI Bersyariah

Selain itu, ia juga menilai bahwa nila-nilai syariat Islam yang dijalankan Indonesia tidak dapat dirasakan. Dan menurut Rizieq, penegakan NKRI Bersyariah adalah tujuan penting ormas yang dipimpinnya itu.

“Secara legal formal maupun historis bahwa FPI sudah (menganggap) tepat NKRI sebagai negara Tauhid dan NKRI Bersyariah. Hanya NKRI bersyariah yang menjunjung tinggi ayat suci di atas atas konstitusi,” ujarnya.

Dan ia juga meminta agar penegakan NKRI Bersyariah itu harus dilakukan bahkan jika nyawa pun menjadi taruhannya.

“FPI wajib berada di barisan terdepan jaga Pancasila dan NKRI untuk selamatkan bangsa dan negara dengan segala risikonya. Semboyan FPI hidup mulai atau mati syahid,” tukas Rizieq.

Temukan kami di Google News.