Inisiatifnews – Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan bahwa komunikasi antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebantas untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Pasalnya, sepanjang kontestasi Pilpres 2019 ada keterbelahan di tengah masyarakat baik pendukung pasangan Jokowi-Maruf Amin dan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.
“Komunikasi antara Jokowi dan AHY sebelum dan setelah Pilpres karena situasi sangat panas antara 01 san 02 dan demokrat saat diajak meredakan situasi dan bicarakan hal-hal yang sangkut bangsa sangat disambut baik. Undangan Jokowi ke AHY kita sambut dengan baik,” ujar Didi saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk ‘Periode ke-2 Jokowi: Merangkai Gerbong Pendukung vs Menata Barisan Oposisi’, di Kantor Para Syndicate, Jalan Wijaya 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019).
Menurut Didi, bangsa Indonesia tidak boleh terpecah hanya karena perbedaan pandangan politik lima tahunan. Itu yang menjadi konsentrasi Partai Demokrat saat itu.
“Harusnya kan Pilpres dan Pileg selesai tanggal 17 April, jangan sampai pemilu 5 tahun sekali merusak persaudaraan kita selama-lamanya,” ujarnya.
Didi membantah jika pertemuan Jokowi dan AHY membahas posisi partai berlambang mersi itu masuk ke dalam Kabinet Kerja jilid II Jokowi-Maruf.
Bahkan Didi, mengatakan Demokrat akan berada di luar pemerintahan dan mengontrol program selama Jokowi dan Kiyai Maruf memimpin Indonesia.
“Posisi itu luar pemerintah sangat bagus dalam rangka check and balances. Tapi kalau demokrat dibutuhkan karena itu hak prerogatif, kami siap. Jabatan apapun kita nggak boleh minta-minta. Ada gengsi ada harga diri,” terang Didi.
[NOE]
