Gara-gara Diskotek T10, Kantor Anies Baswedan Digeruduk Pemuda Muslim

Pemoeda Moeslim Djaya Karta
Pemoeda Moeslim Djaya Karta (PMDK) saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Balaikota DKI Jakarta. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews – Sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai Pemoeda Moeslim Djaya Karta (PMDK) kembali menggeruduk kantor Balaikota DKI Jakarta. Dalam aksinya tersebut, mereka mendesak agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersikap dan membentuk tim khusus yang berfungsi untuk memantau aktivitas Diskotek T10 yang berlokasi di kawasan Taman Sari Jakarta Barat secara berkala.

Mengingat sebelumya beredar di media sosial maupun pemberitaan di media massa, bahwa diduga tempat hiburan malam tersebut melegalkan peredaran narkotika.

Bacaan Lainnya

“Seharusnya Anies bertindak dong. Jangan tunggu desakan masyarakat baru mau bergerak. Anies jangan hanya janji-janji saja tetapi buktikan,” kata Humas PMDK Dava di tengah-tengah aksinya itu di depan Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019).

Menurut Dava, adapula pihak-pihak yang sengaja ingin mengagalkan gerakan Pemoeda Moeslim Djaya Karta dengan berusaha mendekati sebagian anggota PMDK. Tujuannya agar PMDK tak melakukan aksi unjuk rasa mendesak Anies tindak lanjuti soal desas desus kabar mengenai Diskotek T10. Hal ini patut menimbulkan tanda tanya.

“Lalu kenapa dari pihak Diskotek T10 datang untuk mendekati kawan-kawan kami (PMDK). Upaya ini (pihak Diskotek T10 mendekati PMDK) menimbulkan tanda tanya ada apa ? jadi Anies harus segera bertindak karena menindak tempat hiburan bermasalah itu adalah janji Anies saat kampanye,” tandasnya.

Dava juga menekankan, sebaiknya Anies segera mencopot Kepala Dinas Pariwisata DKI serta para kepala seksinya dan diganti dengan yang baru. Pasalnya, mereka itu dinilai tak mampu melakukan sistem pengawasan dengan baik dan benar.

“Copot saja semuanya. Mereka kan dibayar negara untuk kerja. Masak harus rakyat yang turun melakukan pengawasan, lalu apa kerjanya,” tegas Dava.

“Harusnya ketika mendengar informasi Dinas Pariwisata itu secara diam-diam melakukan pemantauan dan mengumumkan ke awak media,” tutupnya.

[REL]