Yayasan Muslim Sinar Mas Wakafkan Al-Quran Ke Ponpes Al-Huda Boyolali

Mahfud MD
Managing Director Sinar Mas Grup Gandi Sulistyo (kanan) dan Ketua Umum Yayasan Muslim Sinar Mas Saleh Husin (kiri) mewakafkan Al Qur'an untuk Ponpes Al-Huda Boyolali Jawa Tengah yang diserahkan kepada Mahfud MD dan sekretaris Mahfud MD, Imam Marsudi.

Inisiatifnews – Yayasan Muslim Sinar Mas mewakafkan 600 mushaf Al Qur’an melalui mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Mahfud MD untuk disalurkan ke Pondok Pesantren Al-Huda, Boyolali, Jawa Tengah.

Selain itu, yayasan ini juga mendonasikan Rp 10 miliar melalui Prof. Buya Syafi’i Ma’arif untuk pembangunan kampus Madrasah Muallimin Yogyakarta. Wakaf Al Qur’an dan donasi diserahkan saat acara buka puasa bersama di Menara Sinar Mas, Jakarta, Selasa (28/05/2019).

Bacaan Lainnya

Hadir dalam acara ini Ketua Yayasan Muslim Sinar Mas Saleh Husin, Managing Director Sinar Mas G Sulistiyanto, Mahfud MD, Buya Syafi’i Ma’arif dan jajaran yayasan serta direksi Sinar Mas Group.

Mahfud MD berterimakasih atas wakaf Al Qur’an yang dititipkan kepadanya untuk Pondok Pesantren Al-Huda, Boyolali, Jawa Tengah. Serupa, Buya Syafi’i Ma’arif juga berterimakasih atas keterlibatan swasta terutama Sinar Mas dalam membantu pembangunan sarana pendidikan di lingkungan Muhammadiyah.

“Saya tak terbayangkan uang sebesar itu. Terimakasih. Saya berharap bantuan ini dapat menghadirkan Islam yang moderat atau Islam jalan tengah,” harap mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.

Managing Director Sinar Mas Group G Sulistiyanto mengamini pernyataan Buya. Dia berharap bantuan dan kerja sama dengan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) serta Dewan Masjid Indonesia (DMI) selama ini dapat menciptakan Islam yang toleran dan moderat.

“Kami juga terus mewakafkan Alquran. Sejak 10 tahun lalu sudah 1 juta Alquran diwakafkan kepada umat Islam dan akan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan,” ungkap Sulistyo.

Sementara itu, Ketua Yayasan Muslim Sinar Mas, Saleh Husin berharap grup usaha lain dapat berpartisipasi dalam membantu wakaf Al-Qur’an maupun pembangunan sarana pendidikan berbasis keagamaan yang dinaungi oleh organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). (FMM)