Inisiatifnews – Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK) Prof Mohammad Mahfud MD menyampaikan bahwa puasa adalah salah satu upaya untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Sang Maha Pencipta. Dan ketika seseorang sudah bertaqwa maka ketenangan akan terus menemani hidupnya.
“Puasa adalah menguatkan taqwa. Taqwa akan menimbulkan ketenangan,” kata Mahfud, Minggu (5/5/2019).
Artinya ketika seseorang menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaqwaan kepada Sang Penciptanya, namun tetap merasa marah dan tidak tenang, kemudian penuh dengan kebencian dan kegelisahan, Mahfud menilai pasti ada sesuatu yang salah di dalam ibadah puasa seseorang tersebut.
“Jika di bulan puasa ini kita masih merasa tidak tenang, penuh kemurkaan dan gelisah, berarti kita yang salah dalam berpuasa,” ujarnya.
Bagi Mahfud, berpuasa adalah momentum untuk belajar mengendalikan diri dan nafsu yang berlebihan. Jika tidak, maka berpuasanya seseorang seperti itu hanya akan menjadi sekedar formalitas belaka yakni hanya tidak makan dan minum saat saat pagi hari.
“Kendalikanlah hawa nafsu agar puasa tak sekedar formalitas. Kata Ubay ibn Ka’ab, taqwa adalah berhati-hati,” tutur Mahfud.
Taqwan Menurut Sahabat Rasulullah SAW
Selanjutnya, Mahfud MD pun memberikan sebuah penggalan kisah dua sahabat Rasulullah SAW yakni Umar bin Khatthab dan Ibay bin Ka’ab. Dimana ada dialog antar kedua sahabat Nabi Muhammad SAW itu tentang definisi taqwa.
Umar ibn Khatthab: Apakah taqwa itu?
Ubay ibn Ka’ab: Pernahkah kamu berjalan di tepi jurang yang berbahaya?
Umar : Pernah.
Ubay: Apakah yang kau lakukan?
Umar: Aku akan terus berjalan dengan penuh hati-hati untuk mencapai tujuan.
Ubay ibn Kaa’b: Nah, itulah taqwa, yakni, hidup dengan penuh hati-hati.
[NOE]
