AS Hikam Nilai Pengkritik Mahfud MD Gagal Paham

as hikam
Muhammad AS Hikam. [foto : istimewa]

Inisiatifnews – Akademisi dari Universitas Presiden, Muhammad AS Hikam menilai bahwa banyak dari para pengkritik Mahfud MD tentang daerah garis keras gagal memahami substansi apa yang disampaikan oleh Guru Besar Ilmu Hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu.

“Para lawan debat beliau (Mahfud MD) cenderung berkutat pada apa yang mereka sendiri mau percaya, sehingga gagal untuk mendengar dan menguji konsep serta argumentasi MMD (sebutan Mahfud -red) dalam rangka menggugurkannya secara sepadan melalui argumen dan fakta,” kata Hikam dalam siaran persnya, Selasa (30/4/2019).

Bacaan Lainnya

Kondisi ini yang saat ini membuat ruang publik lebih bertambah bising karena perdebatan tidak diarahkan untuk memaknai substansi tersebut.

“Hasil debat seperti itu tentu saja hanyalah kebisingan yang bertalu-talu di ruang publik yang makin digemakan oleh media dan medsos,” terangnya.

AS Hikam pun tak yakin bahwa yang dicari oleh pihak yang kontra dengan Mahfud bukan mencari pencerahan, melainkan untuk memanfaatkan suasana sehingga dapat ditekuk ke arah politisasi sekalipun Mahfud memberikan penjelasan sekeras apapun.

“Dari kebisingan tersebut tak mungkin muncul pencerahan, tetapi hanya peluang politisasi debat dan atau tuntutan tak nyambung, seperti MMD harus minta maaf, pencabutan gelar, dan lain-lain,” imbuhnya.

Sementara ketika melihat penjelasan Mahfud di berbagai platform dan media, pengamat politik senior ini justru memandang sosok Mahfud sangat konsisten dalam menyampaikan teorinya.

“Argumentasi dan sikap MMD menunjukkan kejujuran dan konsistensi beliau dalam membangun konsep dan mempertahankannya secara intelektual,” papar Hikam.

Apalagi mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi pada Kabinet Persatuan Nasional di era Presiden Gus Dur itu mengacungkan jempol kepada Mahfud yang terus berbicara bukan sekedar asumsi tapi mengedepankan bukti yang dinilainya sangat bisa dipertanggungjawabkan.

“Definisi boleh beda, pertarungan interpretasi bisa saja terjadi, tetapi beliau berpegang pada data dan bukti yang mendukung konsep dan argumentasi yang bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Perlu diketahui bahwa perdebatan panas tentang Mahfud MD tersebut adalah ketika pernyataan yang menyebutkan bahwa daerah yang dimenangkan oleh Capres Prabowo Subianto dulunya dianggap ‘provinsi garis keras’. Karena statemen itulah, akhirnya media sosial mendadak ramai membahas itu.

Tentang garis keras yang disampaikannya itu, berikut adalah video sesi wawancana Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu dengan salah satu stasiun televisi swasta nasional ;

Temukan kami di Google News.