Klaim Menang 62 Persen, IPI Sebut Data 02 Bias

karyono IPI
Karyono Wibowo.

Inisiatifnews – Klaim kemenangan pihak Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi masih terus digelorakan dengan angka 62 persen. Hal ini juga jika dilihat dari data yang diunggah oleh aplikasi Ayo Jaya TPS, dimana Jokowi-Maruf mendapatkan 37,09% sementara Prabowo-Sandi mendapat 62,91 persen.

Melihat data itu, Direktur eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai data yang diunggah itu tidak perlu dipercaya karena terlalu bias jika dijadikan alat rujukan untuk melihat siapa yang pasti mendapatkan suara terbanyak dari Pilpres 2019 ini.

Bacaan Lainnya

Ditambah lagi, Karyono juga memandang data Ayo Jaga TPS juga sangat jauh selisihnya dengan data yang diunggah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga resmi yang menjadi penyelenggara pemilu 2019 ini.

“Data yang ada ditampilkan kubu Prabowo-Sandi, yang diklaim 62 persen itu datanya tidak proporsional. Sehingga data tersebut itu bias. Pasti bias,” kata Karyono kepada Inisiatifnews.com, Sabtu (27/4/2019).

Dari hasil audit data Ayo Jaga TPS yang dibandingkan dengan KPU, Karyono menemukan bahwa ada selisih jika diurai per provinsi. Misalnya di Provinsi DKI Jakarta, data proporsi TPS oleh KPU adalah 3,6 persen. Tapi, proporsi data Ayo Jaga TPS sebesar 13,7 persen.

“Harusnya data yang masuk harus proporsional sesuai data KPU, sehingga valid. Karena tidak proporsional, hasilnya bias,” tegasnya.

Proporsi data lainnya yang jomplang adalah Jawa Barat. Pada data perolehan suara yang masuk di Ayo Jaga TPS sebesar 29,4 persen, sedangkan proporsi data TPS KPU sebesar 17,1 persen.

Untuk daerah lain yang gemuk populasinya, seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah, selisih proporsi data yang masuk pun jomplang. Data yang diaudit Karyono menunjukkan, proporsi data perolehan suara di Jawa Timur yang masuk pada Ayo Jaga TPS sebesar 6,1 persen. Sedangkan proporsi data TPS KPU adalah 16,1 persen. Kemudian di Jawa Tengah, proporsi data masuk pada Ayo Jaga TPS sebesar 5 persen, sedangkan KPU sebesar 14,3 persen.

Menurut Karyono, perbedaan tersebut sebetulnya bisa ditolerir jika proporsi data masuk Ayo Jaga TPS hanya selisih 0,1-0,2 dari proporsi data TPS KPU. Karyono menuturkan, biasnya data semestinya tidak akan terjadi bila pengambilan sampel yang berbasis C1 dilakukan secara proporsional.

Temukan kami di Google News.