Haikal Hassan Minta Maaf Sudah Sebar Hoaks 13 Juta Pemilih “Gila”

Haikal Hassan

Inisiatifnews – Pendakwah 212, Ustadz Haikal Hassan akhirnya meminta maaf kepada publik terkait dengan kicauannya yang menyebut, bahwa ada 13 juta orang keterbelakangan mental menjadi pemilih dalam Pilpres 2019.

Di akun twitternya, orang dekat keluarga Cendana itu mengaku salah mengutip data yang dia dapatkan dari media online yang ia percaya.

Bacaan Lainnya

“Tulisan tentang orang gila yang memilih telah terjadi salah kutip. Semula saya menulis 13 juta. Dikoreksi @KPU_ID 54 ribuan,” kata Haikal Hassan, Jumat (26/4/2019).

Ia pun juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah bersedia melakukan koreksi terhadap kicauannya itu.

“Maafkan, telah salah kutip. Saya yang salah kutip dari berita di online saat baca publikasi temuan salah satu partai. Kepada @KPU_ID terima kasih koreksinya,” ujarnya.

Perlu diketahui bahwa sebelumnya, Haikal Hassan menyebutkan bahwa ada 13 juta data yang ditemukan terkait dengan daftar pemilih di Pemilu 2019.

“Katanya orang gila nyoblos ada 13 juta. Terus ada videonya? Ada catatannya? Ada formulir C1 nya? Masa gak ada yang rekam? Mana 13 juta itu?,” tulis Haikal Hassan di akun twitternya @haikal_hassan.

Kemudian ia juga menyambung tweetnya itu dengan narasi agamis, bahwa Tuhan tidak memberikan kewajiban apapun terhadap orang yang dianggap gila atau kehilangan akal.

“Allah saja tak memberi kewajiban apa-apa terhadap orang gila. Anda malah wajibkan ikut nyoblos. Yang gila siapa? Mudah-mudahan yang curang menjadi gila,” imbuhnya.

Namun kicauan yang saat ini sudah dihapus oleh Haikal Hassan itu sempat mendapatkan respon dari salah satu Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi.

Dalam tanggapannya itu, ada dua konteks yang ingin dijelaskan Ubaid. Diantaranya adalah soal definisi “gila” yang dipersoalkan oleh Haikal Hassan itu.

“Mohon maaf, pak @haikal_hassan. Pemilih ‘gila’ itu hoaks. Yang benar, sesuai Putusan MK 135/2015 adalah pemilih dengan ‘gangguan jiwa/ingatan’. Gila hanya salah satu jenisnya,” kata Ubaid di akun twitternya @pramonoUtan.

Konteks kedua adalah soal jumlah. Ubaid menyebutkan bahwa angka yang disebutkan Haikal Hassan tidak sampai sebanyak itu.

“Lagipula angkanya juga hoaks. Dulu 14 juta. Sekarang didiskon jadi 13 juta. Yang benar hanya 54.295. Demikian,” jelasnya.

Ubaid juga menyertakan info grafis tentang daftar pemilih yang menyandang disabilitas. Berdasarkan data KPU, hanya ada 363.200 pemilih yang memiliki keterbatasan. Atau sekitar 0,191 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Berikut adalah daftar penyandang disabilitas yang didata oleh KPU ;

1. Tuna Daksa : 100.765
2. Tuna Netra : 61.899
3. Tuna Rungu : 68.246
4. Tuna Grahita dan Mental : 54.295
5. Lainnya : 77.995

Data dari KPU RI

[RED]

Temukan kami di Google News.