Inisiatifnews – Seorang ustadz bernama Supriyanto menyampaikan permintaan maafnya kepada publik secara luas terkait dengan statemen ceroboh yang dilakukannya di teras Masjid Al Ihsan Desa Kalibaruwetan, Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (9/3).
Dimana Supriyanto mengumbar kepada beberapa jamaah masjid, bahwa jika Joko Widodo kembali menjadi Presiden maka akan ada UU yang melegalkan perzinaan.
“Kepada rekan-rekan pers secara pribadi saya minta maaf, apa yang sudah saa sampaikan jadi statemen sampai viral di media dan medsos,” kata Supriyanto di Mapolres Banyuwangi, Selasa (12/3/2019).
Ia berharap agar apa yang menjadi kekeliruannya itu tidak menyebarluas dan dilakukan lagi oleh orang lain.
“Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang berikutnya,” ujarnya.
Perlu diketahui bahwa sempat viral sebuah video yang menampilkan Supriyanto sedang berorasi dan melakukan dugaan kampanye hitam. Yakni dengan menyebutkan akan ada legalisasi perzinaan di pemerintahan Joko Widodo.
Tujuan dari narasi yang diumbar oleh Supriyanto adalah agar masyarakat tidak memilih capres petahana itu dan lebih memilih pasangan Prabowo-Sandi sebagai Presiden dan Wakil Presiden di Pilpres 2019 nanti.
Sementara berdasarkan keterangan dari Kapolsek Kalibaru AKP Abdul Jabbar, bahwa narasi black campaign yang disampaikan Supriyanto karena hasil referensi ceramah yang disampaikan oleh Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain.
“Itu (kalimat kampanye hitam) referensi dari video ceramah dengan Ustaz Zulkarnain, kemudian dari orang PKS, Jazuli dan Hidayat Nur Wahid, bahwa saat ini katanya pemerintah sedang menggodok Undang-Undang Pelegalan Perzinaan. Padahal hal itu tidak ada,” terang AKP Abdul Jabbar.
