Mahfud MD : Indonesia Beragam, Gus Dur Ajarkan Demokrasi

Mahfud MD
Prof. Mahfud MD di Stadion Sriwedari, Solo saat Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sabtu (23/02/2019).

Inisiatifnews – Puncak haul kesembilan Presiden keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang digelar di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah Sabtu (23/02/2019) malam, dihadiri tokoh-tokoh besar nasional. Salah satunya adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Mahfud MD.

Dalam kesempatan ini, Mahfud teringat ajaran gurunya, Gus Dur, tentang demokrasi. Indonesia, kata Mahfud, dengan jumlah pulau 17.000 lebih, 1.360 suku, 762 bahasa, berbagai agama dan kepercayaan, serta penduduk 260 juta jiwa lebih, yang paling tepat adalah menerapkan demokrasi.

Bacaan Lainnya

“Bagi Indonesia, yang paling tepat adalah demokrasi, itu kata Gus Dur. Menurut Gus Dur, cara yang paling baik agar Indonesia kuat adalah demokrasi. Dalam demokrasi semua akan diuntungkan. Karena itu Gus Dur disebut Bapak Demokrasi,” kata Mahfud di depan puluhan ribu warga Surakarta dan Solo Raya.

Ditambahkan Mahfud, dalam berdemokrasi, harus ada kebebasan. Dalam kebebasan harus pula ada persamaan. Akan tetapi dalam kebebasan dan persamaan itu, wajib pula ada kebersatuan. “Oleh karenanya, kebersatuan harus dijaga agar NKRI ini tetap utuh,” tandas Mahfud yang juga Ketua Dewan Pembina MMD Initiative ini.

Selain Mahfud, hadir ulama kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dan Pangdam IV Diponegoro Mayjen Mochamad Effendi.

Mewakili keluarga Gus Dur, hadir putri kedua Gus Dur, Yenny Wahid. Yang paling menarik dan spesial, Ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi) Sujiatmi Notomiharjo nampak hadir di atas panggung.

Untuk diketahui, Stadion Sriwedari, tempat puncak acara Haul Gus Dur yang terletak di persimpangan Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Bhayangkara dipenuhi lautan manusia. Puluhan ribu masyarakat tumpah ruah hingga meluber ke luar Stadion Sriwedari.

Yenny Wahid tak menyangka antusiasme warga Solo dan sekitarnya begitu besar. Dia pun terharu dan mengapresiasi. “Saya terharu dan apresiasi Kirab Kebangsaan dalam serangkaian Haul Ke-9 Gus Dur yang dikerjakan oleh teman-teman serta dukungan Wali Kota Surakarta ini,” ungkap Yenny.

Yenny tak menyangka Haul Gus Dur digelar dengan semeriah ini. Banyak daerah lain juga menyelenggarakan Haul Gus Dur, namun, bagi Yenny, acara di Solo ini berbeda. Karena lengkap dengan kirab budaya, dialog kebangsaan, bedah buku, dan tak lupa pengajian. “Berbagai acara itu, semuanya menyimpulkan dimensi dari Gus Dur yang multidimensional,” ujar Yenny sembari berterima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Surakarta dan Solo Raya. (FAQ)