Google Instruksikan Karyawannya Kerja dari Rumah

Google
Source image : digitaltrends.com

Inisiatifnews.com – Virus Corona (Covid-19) memang membuat resah banyak negara di dunia, salah satunya adalah Amerika Serikat.

Pasalnya, Google sebagai perusahaan raksasa internet sampai harus menginstruksikan agar para karyawannya bekerja dari rumah atau dari jarak jauh. Kebijakan ini diambil agar Covid-19 tidak menyebar di kantor mereka.

Bacaan Lainnya

Bahkan Direktur Workplace Services Google, Adrienne Crowther mengatakan bahwa pihaknya sampai menyiapkan dana untuk para karyawan mereka yang tidak masuk kantor karena dampak dari virus Corona.

“Kita berada dalam masa transisi di AS dan untuk menutupi setiap celah di tempat lain di dunia, (maka) Google membuat dana COVID-19 yang akan memungkinkan semua staf dan vendor sementara kami secara global untuk mengambil cuti sakit berbayar jika mereka memiliki potensi gejala Covid-19, atau tidak dapat masuk kerja karena dikarantina,” kata Adrienne Crowther dikutip dari Tech Crunch, Rabu (11/3/2020).

Artinya, Google akan tetap membayar karyawannya yang tidak datang ke kantor untuk bekerja karena dampak dari virus asal Wuhan China itu.

“Anggaran ini akan berarti bahwa anggota angkatan kerja kami yang diperpanjang akan diberi kompensasi untuk jam kerja normal mereka jika mereka tidak dapat masuk kerja karena alasan ini,” jelasnya.

Kebijakan perusahaan yang dinahkodai oleh Sundar Pichai adalah sebagai upaya antisipatif Google terhadap virus Corona.

“Kami dengan hati-hati memantau situasi dan akan terus menilai penyesuaian yang diperlukan selama beberapa bulan mendatang,” ujarnya.

Perlu diketahui bahwa pekan lalu, Google mengirimkan memo kepada staf yang merekomendasikan bahwa karyawan yang berbasis di Negara Bagian Washington bekerja dari jarak jauh untuk mengurangi potensi penyebaran COVID-19, bahkan 8 ribu karyawan Google harus bekerja dari rumah untuk mengantisipasi wabah tersebut.

Saat ini, saran tersebut telah diperluas secara dramatis, sejalan dengan penyebaran virus yang menyerang sistem pernafasan itu.

Kemudian di dalam memo yang dikirimkan oleh Google Inc, Sundar Pichai juga mengimbau agar para karyawannya tidak terlalu panik dengan wabah Corona Virus

“Kami tahu ini adalah masa di mana setiap orang tidak bisa tenang, namun kita harus tetap dapat berkontribusi untuk memenuhi misi kita dan terus membantu orang-orang di saat seperti ini,” tulis Pichai.

Selain itu Pichai juga mengatakan bahwa pegawai dapat terus berkomunikasi dan terkoneksi satu sama lain meskipun berada di rumah dengan memakai layanan milik Google seperti Google Cloud, Docs, serta Gmail.

Sementara catatan baru dari perusahaan merekomendasikan tindakan serupa untuk karyawan di seluruh Amerika Utara.

Selain itu, tindakan pencegahan yang dilakukan pada minggu lalu itu juga mengikuti laporan awal tentang jenis virus corona yang menyebar di Pasifik Barat Laut, termasuk King County, tempat kantor terbesar Google di negara bagian Seattle dan Kirkland berpusat.

Pada hitungan terakhir, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memiliki kasus terdaftar di 647 nasional, dengan 25 kematian. Negara Bagian New York telah melompat ke posisi teratas, dengan lebih dari 170 kasus dilaporkan.

Google adalah salah satu dari daftar perusahaan teknologi yang berkembang pesat mengambil tindakan serupa untuk menghindari penyebaran virus. Microsoft, Box, Lyft, dan lainnya telah menangani masalah dengan karyawan, baik merekomendasikan atau meminta staf untuk bekerja dari rumah, dan dalam beberapa kasus, mempertahankan upah meskipun jam kerja dikurangi. [NOE]

Temukan kami di Google News.