Mahfud MD Jadi Keluarga Besar Pondok Sunan Drajat

mahfud md
Mahfud MD saat memberikan sambutan di acara Haul Akbar di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews – Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK), Prof Mohammad Mahfud MD mendapatkan kehormatan dari pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat KH Abdul Ghofur sebagai keluarga besar mereka.

“Terima kasih kepada Prof Mahfud MD atas kehadirannya yang sangat dinantikan di ponpes Sunan Drajat,” kata Kiyai Ghofur dalam sambutannya di acara Haul Akbar ke 27 di desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Timur, Sabtu (4/5/2019) malam.

Bacaan Lainnya

Penyematan gelar keluarga besar ini dilakukan dengan cara menyandangkan surban hijau di leger Mahfud MD sebagai tanda kehormatan.

mahfud md dan ponpes sunan drajat
Prof Mahfud MD dapat surban hijau tanda kehormatan sebagai keluara besar Ponpes Sunan Drajat. [foto : Istimewa]

Dalam kesempatan sambutannya, Mahfud MD mengaku ini adalah kali kedua dirinya hadir di pesantren yang sangat bersejarah itu dan menjadi salah satu pesantren tertua di Indonesia yang didirikan oleh Walisongo. Dimana dalam kehadirannya pertama kali dirinya didampingi oleh mantan Wakil Ketua Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Mochammad Jasin.

“Kedatangan saya di pondok pesantren ini merupakan kedua kalinya. Pertama kali saya datang ke pondok ini 5 tahun yang lalu bersama pak Jasin yang saat itu salah seorang Komisioner KPK,” ujar Mahfud.

Dan ia pun menilai bahwa kegiatan ini merupakan sesuatu yang sangat bermakna dimana sebagai manusia bisa terus mengingat jasa para pendahulunya. Apalagi Pesantren tersebut adalah warisan dari Sunan Drajat.

“Acara haul ini merupakan cara manusia untuk mengingat jasa para pendahulu kita seperti saat ini mengenang bagaimana Sunan Drajat mensiarkan Islam melalui budaya tanpa pemaksaan,” terangnya.

Kemudian Mahfud juga menjelaskan bagaimana syiar Islam mampu menyebar sedemikian rupa dari tangan para Walisongo termasuk Sunan Drajat. Karena menurut Mahfud, cara mereka bersyiar tidak melalui kekerasan dan pemaksaan melainkan melalui pendekatan budaya yang saat itu memang tengah digandrungi oleh masyarakat nusantara.

“Kemudian bahwa pendekatan dakwah melalui budaya ini mengakibatkan jumlah ummat Islam di Indonesia menjadi yang terbesar di dunia,” paparnya.

Masih dalam sambutannya itu, Mahfud MD juga memberikan pesan penting kepada para santri dan santriwati di Pondok Pesantren Sunan Drajat itu, bahwa sebagai santri dan generasi bangsa harus memiliki bekal dua kecerdasan yakni kecerdasan spritual yakni keagamaan dan kecerdasan intelektual yakni science.

“Dalam hal ini ponpes sudah selayaknya memasukkan pengetahuan TI (teknologi informasi -red) ini kepada para santrinya, sehingga pada saat sudah lulus nantinya dia tidak hanya dibekali ilmu agama yang kuat tetapi juga mempunyai pemahaman ilmu pengetauan dan teknologi terkini,” tutur Mahfud.

[NOE]

Temukan kami di Google News.