Halim Alamsyah: Bank Indonesia Harus Independen Supaya tidak Jadi Mainan Politik

Ekonom senior, Halim Alamsyah, dalam program B.E.P di kanal YouTube Terus Terang Media, Rabu (28/01/2026). Foto: Wahyu Suryana
Ekonom senior, Halim Alamsyah, dalam program B.E.P di kanal YouTube Terus Terang Media, Rabu (28/01/2026). Foto: Wahyu Suryana

Ekonom senior, Halim Alamsyah, mengomentari masuknya keponakan Presiden Prabowo, Thomas Djiwandono, menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Yang mana, didului keputusan mendadak Deputi Gubernur BI sebelumnya, Juda Agung, yang memilih mundur.

Ia menilai, keinginan suatu partai berkuasa untuk menanam atau menaruh orangnya merupakan sesuatu yang biasa dalam dunia politik. Namun, menjadi tidak biasa karena langkah ini dilakukan pula kepada Bank Sentral yang seharusnya memang independen.

“Karena kita sudah melihat best practice-nya di seluruh dunia, itu membuat Bank Sentral independen itu ada maksudnya, ini mungkin masyarakat banyak tidak paham barangkali ya. Tapi, bagi yang tahu, mengapa Bank Sentral harus dibikin independen, supaya tidak jadi mainan politik,” kata Halim kepada terusterang.id dan ditayangkan dalam program B.E.P di kanal YouTube Terus Terang Media, Rabu (28/01/2026).

Sebab, ia menilai, politisi pada umumnya melihat kepentingan jangka yang pendek. Jika begitu, Halim menyampaikan, tentu BI malah sekadar dijadikan kasirnya, ketika penguasa butuh uang dia meminjam ke BI atau bisa saja sembarang meminta cetak uang.

“Yang nanti ujungnya pasti akan ada inflasi, mungkin hiperinflasi bahkan, kita pernah mengalaminya di tahun 65-66 dan ini terjadi di banyak tempat, terutama di negara-negara Amerika Latin dan kemudian mereka sudah kapok, insaf. Jadi, Bank Sentral-nya dibikin independen kalau di sana,” ujar Halim.

Halim sendiri mengaku tidak terlalu mengenal sosok yang jadi Deputi Gebernur BI sekarang. Sementara, sosok Deputi Gubernur BI sebelumnya yang secara mendadak mengambil keputusan untuk mundur memang dikenal sebagai sosok yang sangat kapabel.

Ia berharap, Deputi Gubernur BI yang baru terpilih ini memang orang yang sangat kapabel, bahkan tidak bisa sekadar kapabel. Sebab, orang-orang yang mengisi BI yang memiliki tanggung jawab begitu besar memang tidak bisa diisi orang sembarangan.

“Itu memang sengaja dibikin seperti itu supaya pasar yakin terhadap keahlian dan keprofesionalan dari orang-orang yang ada di Bank Indonesia, yaitu di semua negara rata-rata yang namanya negara yang sudah mapan, yang sudah bagus tata kelolanya, pasti itu memberikan ruang kepada Bank Sentral-nya itu untuk betul-betul dijaga, dikelola orang-orang yang mampu, sangat mampu, kira-kira seperti itu,” kata Halim.

Ia berharap, proses yang tidak biasa ini dilakukan untuk tujuan yang baik dan menjadikan kondisi Indonesia lebih baik. Sebab, jika tidak yang rugi masyarakat karena inflasi bisa tidak terkendali, bahkan rating pemerintah yang bisa jatuh.

“Mungkin tidak langsung di-downgrade, tapi saya agak khawatir bahwa rating agency akan melihat ini sebagai satu perkembangan yang negatif. Sehingga, mereka akan mengeluarkan report negative outlook. Memang mungkin belum karena dia akan lihat dulu nanti hasil kerjanya seperti apa, mudah-mudahan sih baiklah,” ujar Halim. (WS05)

Temukan kami di Google News.