Menagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja, Job Hunter Ini Sudah Kirim 1.129 Lamaran

Pencari kerja, Kirwan, dalam program Pojok Keramat di kanal YouTube Terus Terang Media, Jumat (09/01/2026). Foto: Wahyu Suryana
Pencari kerja, Kirwan, dalam program Pojok Keramat di kanal YouTube Terus Terang Media, Jumat (09/01/2026). Foto: Wahyu Suryana

Publik terus menagih janji 19 juta lapangan kerja yang dikampanyekan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Salah satunya datang dari pencari kerja, Kirwan, lulusan salah satu perguruan tinggi negeri Yogyakarta.

“Lulus dari 2022, S1, kebetulan angkatan 2018 di Yogya, 2023 masih di Yogya, masih menikmati di Yogya dulu pas lulus gitu sebagai fresh graduate, sambil apply-apply juga sebetulnya dan multi pekerjaan,” kata Kirwan kepada terusterang.id dan ditayangkan dalam program Pojok Keramat di kanal YouTube Terus Terang Media, Jumat (09/01/2026).

Lulusan Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam ini mengaku, awalnya masih bisa santai ketika lamaran-lamaran yang dia kirimkan belum mendapatkan jawaban. Namun, pada 2023, Kirwan mulai memperluas lamaran-lamaran ke beberapa sektor industri.

“Dari 2023, 2024, sampai akhir Desember 2025 ada sekitar 1.129 CV. Sangat detail karena memang kebetulan kemarin coba lihat di email, coba lihat di aplikasi loker dan G-Form yang ada kan, lowongan pekerjaan yang harus submit di G-Form, segitu,” ujar Kirwan.

Sayangnya, sampai hari ini belum ada satupun laraman yang Kirwan kirim membuahkan panggilan pekerjaan. Bahkan, ia merasa, tidak ada pula jawaban yang menerangkan kalau lamarannya tidak memenuhi kualifikasi dan membuatnya bisa memperbaiki CV.

Situasi yang dialami Kirwan menjadi kontradiksi dari janji 19 juta lapangan kerja yang kerap dikampanyekan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran. Apalagi, Kirwan lulus dengan IPK yang sangat baik, 3,58, bahkan terbilang sangat aktif selama mahasiswa.

“3,58, cumlaude saya, lulus 9 semester, 4 tahun 5 bulan 14 hari kalau tidak salah,” kata Kirwan.

Soal kemampuan yang bisa ditawarkan, Kirwan menyampaikan, dia terbiasa mengolah data kuantitatif, juga melakukan riset atau penelitian. Kemudian, menulis, desain, urusan-urusan administratif karena Kirwan cukup terbiasa dengan organisasi kampus.

Sebab, lanjut Kirwan, dirinya pernah menjadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang tentu sangat akrab dengan kemampuan itu. Sayangnya, alih-alih bekerja, Kirwan malah kerap menemui perusahaan-perusahaan yang menyebarkan lowongan kerja palsu.

“Sering, dan bahkan mungkin 2025 mungkin cukup sering ya. Saya akhirnya kan juga setelah mempelajari, membaca juga pola-pola rekrutmen itu seperti apa, dan ujung-ujungnya memang rata-rata seperti itu, memang dia sudah ada yang memang di-post di tempat itu karena biar kelihatan transparansi, akhirnya ya sudah ini dilempar ke umum, sekian ribu yang masuk tidak dilihat pada akhirnya dan tidak ada feedback,” ujar Kirwan. (WS05)

Temukan kami di Google News.