Suka Minum Kopi? Ini Tanda-Tanda Tubuh Kamu Kelebihan Kafein

(ilustrasi) Secangkir kopi hitam yang disajikan bersebelahan dengan satu toples kopi bubuk. Foto: Wahyu Suryana
(ilustrasi) Secangkir kopi hitam yang disajikan bersebelahan dengan satu toples kopi bubuk. Foto: Wahyu Suryana

Kafein baik di kopi maupun minuman berenergi kerap dipilih banyak orang untuk menunjang tenaga dan konsentrasi. Namun, tahukah kamu jika mengonsumsi secara berlebihan kafein bisa menjadi sumber stres baik bagi tubuh maupub pikiran.

Ahli gizi di Motherhood Hospital Gurugram, Nisha Nikheel Pansare mengatakan, banyak orang sebenarnya tidak menyadari betapa cepatnya kafein dapat menumpuk dalam tubuh. Padahal, ia menekankan, kondisi ini bisa berdampak pada fisik maupun psikologis.

“Bahkan, sedikit lebih banyak dapat menstimulasi sistem saraf secara berlebihan dan mengganggu tidur, pencernaan, dan suasana hati. Mendengarkan tanda peringatan awal tubuh menjadi langkah pertama menuju tingkat energi yang lebih sehat dan seimbang,” kata Nisha, dikutip Senin (24/11/2025).

Berikut lima tanda-tanda atau gejala-gejala tubuh kelebihan kafein:

-Merasa bergetar, gelisah, atau sangat gugup tanpa alasan
Kafein memblokir adenosin, menstimulasi sistem saraf pusat secara berlebihan dan memicu pelepasan adrenalin berlebih, yang berdampak dapat memperburuk gangguan kecemasan, meningkatkan stres, serta memengaruhi fokus dan suasana hati.

-Sulit tidur, sering terbangun malam hari, atau bangun dalam kondisi tidak segar
Dengan waktu paruh 5–6 jam, kafein menunda siklus tidur nyenyak jika dikonsumsi terlalu sore. Dampak pada kesehatan seperti tidur buruk mengganggu proses pemulihan, imunitas, dan regulasi suasana hati.

-Jantung berdegup kencang, berdebar, atau berdetak tidak beraturan saat istirahat
Kelebihan kafein memicu adrenalin berlebih menstimulasi jantung hingga meningkatkan detak dan ketidakteraturan. Laporan Journal of Psychopharmacology menunjukkan bahwa stres kardiovaskular dan palpitasi yang terus-menerus memerlukan evaluasi medis.

-Penderitaan pencernaan berupa sering ke kamar mandi, kram perut, refluks asam, atau sakit lambung
Hal ini lantaran kafein bersifat diuretik, laksatif, dan meningkatkan produksi asam lambung, di mana berdampak pada kesehatan seperti dapat menyebabkan dehidrasi, malabsorpsi nutrisi, dan iritasi gastrointestinal.

-Sakit kepala setiap hari atau nyeri hebat saat tidak mengonsumsi kafein
Kafein menyempitkan pembuluh darah otak, dan penghentiannya menyebabkan pelebaran kembali yang memicu rasa sakit. Hal itu berdampak menunjukkan ketergantungan dan dapat menyebabkan siklus withdrawal yang menyakitkan.

Untuk mengurangi konsumsi kafein bisa memperbanyak air putih untuk detoksifikasi. Bisa bertahap dengan mengurangi 25-50 mg setiap 3-4 hari untuk meminimalkan sakit kepala dan kelelahan. Bisa diganti ke teh hijau, teh hitam, atau kopi tanpa kafein.

“Tetapkan batas waktu seperti tidak mengonsumsi sebelum 12:00-14:00 untuk hindari gangguan tidur. Namun, jika tubuh alami gejala berat seperti detak jantung tidak beraturan, nyeri dada, kecemasan ekstrem, atau serangan panik segera hubungi dokter,” ujar Nisha. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.