Hipertensi sampai Merusak Organ, Berikut 6 Bahaya Konsumsi Mi Instan Berlebihan

(ilustrasi) Sekelompok warga yang menunjukkan mi instan sebagai santap malam mereka. Foto: Pramudya Dwi Saputra
(ilustrasi) Sekelompok warga yang menunjukkan mi instan sebagai santap malam mereka. Foto: Pramudya Dwi Saputra

Mi instan jadi opsi tercepat masyarakat Indonesia yang tidak memiliki waktu luang saat lapar melanda. World Instant Noodles Association (WINA) mencatat, Indonesia selalu berada di peringkat dua pemakan mi instan terbanyak beberapa tahun terakhir.

Data terakhir yang diperbarui Mei 2025, Indonesia berada di bawah China/Hong Kong dan di atas India. Namun, di balik kelezatan dan kemudahan, ada kandungan-kandungan yang dapat berdampak pada kesehatan jika mi instan dikonsumsi secara berlebihan.

Berikut 6 bahaya konsumsi mie instan secara berlebihan yang dirangkum dari berbagai sumber:

-Risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi
Mi instan mengandung kadar natrium (garam) yang tinggi. Mengonsumsi natrium secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, yang pada akhirnya berisiko menyebabkan hipertensi dan penyakit jantung.

-Kekurangan nutrisi
Mi instan cenderung tidak mengandung zat gizi penting seperti vitamin, mineral, serat, dan protein yang penting bagi tubuh. Konsumsi mi instan yang berlebihan dalam jangka panjang bisa menyebabkan malnutrisi atau kekurangan gizi.

-Gangguan pencernaan
Mi instan sebenarnya merupakan jenis makanan yang tidak mudah dicerna, sehingga membuat kerja sistem saluran cerna menjadi lebih berat. Bila dikonsumsi terlalu sering atau terlalu banyak, dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan.

-Risiko sindrom metabolik
Konsumsi mi instan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolik, yaitu kondisi yang dapat meningkatkan risiko terserang penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

-Obesitas dan kenaikan berat badan
Mi instan mengandung kalori yang cukup tinggi namun rendah nutrisi, sehingga jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan, terutama jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup.

-Risiko kerusakan organ
Mi instan mengandung propylene glycol, bahan anti-beku yang mencegah mi dari pengeringan dengan mempertahankan kelembapan. Bila sering makan mi instan, tubuh menyerap zat itu dengan mudah dan terakumulasi di jantung, hati, dan ginjal, yang dapat menyebabkan kerusakan dan kelainan organ, serta melemahkan sistem kekebalan.

Memahami risiko yang mungkin ditimbulkan menjadi tindakan bijak masyarakat penikmat mi instan agar tetap dapat menikmati mi instan dengan lebih sehat. Ada baiknya mengetahui berbagai dampak yang dapat ditimbulkan sebelum menyesal di kemudian hari. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.