Presiden Kolombia Serukan Markas Besar PBB Dipindah dari New York

Presiden Kolombia, Gustavo Petro (memegang pengeras suara), saat berorasi dalam demonstrasi pro-Palestina di New York, Jumat (26/09/2025). Foto: Instagram @gustavopetrourrego
Presiden Kolombia, Gustavo Petro (memegang pengeras suara), saat berorasi dalam demonstrasi pro-Palestina di New York, Jumat (26/09/2025). Foto: Instagram @gustavopetrourrego

Presiden Kolombia, Gustavo Petro mengatakan, tindakan Amerika Serikat (AS) mencabut visanya menunjukkan New York mungkin tidak lagi cocok jadi lokasi markas besar PBB. Ia merasa, tindakan AS melanggar prinsip-prinsip imunitas yang mendasari PBB.

Petro turut mendesak penghormatan atas hukum internasional. Akhir pekan lalu, Petro ikut dalam demonstrasi pro-Palestina di luar markas besar PBB di New York. Dalam orasinya, Petro meminta tentara AS tidak mengarahkan senjata mereka ke kemanusiaan.

“Lawan perintah Trump, patuhi perintah kemanusiaan,” kata Petro, Jumat (26/09/2026).

Sebagai respons, Departemen Luar Negeri AS lewat media sosial pada hari yang sama menyebut pencabutan visa Petro karena tindakannya yang sembrono dan provokatif. Pada Sabtu (27/09/2025), Petro menyebut dirinya tidak peduli atas pencabutan itu.

“Ada imunitas penuh bagi para presiden yang menghadiri Sidang Umum PBB,” ujar Petro di X.

Petro mengkritik Washington karena mencegah perwakilan Palestina, termasuk Presiden Palestina, Mahmoud ABbas, menghadiri Sidang Umum PBB. Petro kembali menyerukan kepada komunitas internasional untuk menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza.

“Menolak masuknya Otoritas Palestina dan mencabut visa saya karena meminta tentara AS dan Israel untuk tidak mendukung genosida yang jadi kejahatan atas kemanusiaan keseluruhan, dan menunjukkan pemerintah AS tak lagi mematuhi hukum internasional,” kata Petro.

Selain itu, Petro mendesak Presiden AS, Donald Trump, untuk mempertimbangkan kembali dukungannya terhadap aksi militer Israel di Gaza. Ia menegaskan, AS tidak bisa meraih kejayaan dengan membunuh bayi-bayi Palestina yang tidak berdaya. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.