Ini Alasan Protein Penting bagi Pertumbuhan Anak

(ilustrasi) Makanan serba ikan yang kaya protein sedang disajikan salah satu pedagang seafood di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat. Foto: Junaidi Ibnurrahman
(ilustrasi) Makanan serba ikan yang kaya protein sedang disajikan salah satu pedagang seafood di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat. Foto: Junaidi Ibnurrahman

Dietisien dari RSCM, Luthfianti Diana Mauludiyah menyampaikan, protein pada menu makanan berperan penting bagi pertumbuhan anak. Ia menjelaskan, protein salah satu makronutrien yang penting untuk tubuh karena berfungsi sebagai zat pembangun.

“Protein sebagai komponen utama pembentuk otot, tulang, kulit, rambut dan sangat penting untuk pertumbuhan pada anak, serta perbaikan jaringan yang telah rusak,” kata Diana, Sabtu (27/09/2025).

Protein berperan sebagai salah satu komponen pembentuk enzim dan hormon serta sumber energi selain karbohidrat dan lemak. Protein juga berperan sebagai salah satu pembentuk antibodi, yaitu sebagai zat kekebalan tubuh terhadap infeksi.

“Sebagai pembantu transportasi zat dalam tubuh misal hemoglobin (protein), sebagai transportasi oksigen ke seluruh tubuh,” ujar Diana.

Seseorang membutuhkan protein harian antara 10 hingga 15 persen dari total energi tubuh. Jika konsumsi sedikit melebihi kebutuhan protein harian, Diana menilai, tidak berbahaya. Namun, seseorang perlu memperhatikan kandungan lemak jenuh.

“Berisiko asupan lemak jenuh karena bahan makanan protein seringkali mengandung asupan lemak,” kata Diana.

Protein terbagi ke dua jenis, yakni protein hewani yang berasal dari bahan makanan hewani dan protein nabati yang berasal dari tumbuhan. Dibandingkan protein nabati, protein hewani lebih mudah diserap tubuh karena biovailabilitasnya lebih tinggi.

Kebutuhan protein hewani bisa diganti dengan nabati jika memang tidak tersedia. Jika harus mengganti dengan protein nabati karena alergi atau vegetarian maka harus dipastikan kandungan vitamin B12, zat besi, kalsium, vitamin D, asam lemak omega3.

Boga bahari juga merupakan sumber protein hewani. Namun, menurut Diana, jika anak alergi terhadap boga bahari, kebutuhan protein hewani dapat digantikan oleh bahan makanan lain seperti daging sapi, kambing, unggas, telur susu dan olahan susu.

“Protein nabati seperti tahu, tempe, kacang kedelai, edamame, legume, biji-bijian,” ujar Diana. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.