Ma’ruf Amin dan Mahfud MD Cerita Drama Pilpres 2019, Soal Pasangan Jokowi dan Pertemuan Ciganjur

Wakil Presiden periode 2019-2024, KH Ma’ruf Amin, mengenang apa yang sebenarnya terjadi di Pilpres 2019 dan sempat menghebohkan jelang pengumuman pasangan wapres untuk capres Joko Widodo. Hal itu disampaikan saat menjadi tamu dalam program Ruang Sahabat di kanal YouTube Mahfud MD Official.

Saat itu, ia menceritakan, Ma’ruf yang merupakan Rais Aam PBNU sempat menyampaikan kepada teman-teman agar memilih siapa saja tokoh NU yang masuk dalam nominasi. Ma’ruf menyampaikan, nama-nama tokoh NU yang muncul dalam bursa cawapres ada Mahfud MD, Muhaimin Iskandar dan Said Aqil Siradj.

Ma’ruf menekankan, siapa saja tokoh NU yang masuk harus didukung karena jika tidak posisi itu malah akan jatuh ke orang-orang yang di luar NU. Sampai detik-detik akhir, ia menyampaikan, nama calon yang tetap menguat memang Mahfud MD karena dia sendiri masih sibuk di Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Saya belum diberi tahu, tidak diberi tahu, jam 5 sore itu ada yang menelfon saya, ini mengarahnya ke Pak Kyai, wah masa saya bilang, yang saya tahu Pak Mahfud kok, gitu, jadi saya baru tahu diumumkan itu, apa iya itu. Jadi, betul-betul saya tidak tahu sama sekali dan tidak ada yang memberi tahu, Pak Jokowi tidak,” kata Ma’ruf, Jumat (17/01/2024).

Besoknya, Ma’ruf baru mendapat kesempatan untuk bertanya langsung kepada Jokowi soal apa yang membuat namanya tiba-tiba dipertimbangan sebagai nominasi dan dipilih sebagai pasangan cawapres. Tepatnya, ketika keduanya bertemu untuk mendaftar langsung ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ma’ruf mengaku kaget namanya yang sama sekali tidak ada dalam bursa cawapres di detik-detik akhir tiba-tiba malah diumumkan sebagai nama yang dipilih koalisi untuk mendampingi Jokowi. Pun, keluarga Ma’ruf yang sebelum itu hanya tahu dia masih sibuk di MUI sebagai Ketua Umum dan di PBNU sebagai Rais Aam.

“Itulah sebenarnya apa yang terjadi dan saya sendiri sampai hari ini tidak tahu prosesnya seperti apa itu, tiba-tiba. Jadi, paginya saya tanya Pak Jokowi, paginya kan terus daftar, kok pilih saya, ya dia biasa jawab begitu-begitu,” ujar Ma’ruf.

Meski begitu, pergantian nama Mahfud menjadi Ma’ruf tidak membuat persahabatan keduanya terusik. Apalagi, dalam beberapa kali kontestasi Ma’ruf kerap mendukung Mahfud untuk menempati posisi yang penting di pemerintahan. Bahkan, pada Pilpres 2014, Ma’ruf menjadi bintang iklan untuk Mahfud MD.

“Kalau ada calon ya tentu dari sekian yang muncul menurut saya yang paling layak Pak Mahfud karena memiliki kapasitas, kapabilitas, semuanya, menurut saya pengalaman sudah cukup, ya saya mendukung. Saya sampaikan, saya tahu siapa Pak Mahfud, oleh karena itu saya mendorong kalau Pak Mahfud jadi,” kata Ma’ruf.

Senada, Mahfud sebagai calon terkuat cawapres untuk mendampingi capres Joko Widodo jelang Pilpres 2019, mengaku tidak pernah ada masalah yang bisa mengganggu persahabatannya dengan Kyai Ma’ruf. Bahkan, ketika nama Ma’ruf ke luar, keduanya sempat melakukan pertemuan di kediaman (alm) Gus Dur.

“2019 itu orang mengira wah Pak Mahfud itu bermusuhan dengan Kyai ma’ruf, tidak, begitu saya mau dicalonkan, tapi kemudian yang dipilih Kyai Ma’ruf karena juga dicalonkan, orang tidak tahu saya bertemu Kyai M’aruf di Ciganjur, berdua, Kyai saya mendorong, saya mendukung, Kyai senior saja, itu di Ciganjur,” ujar Mahfud.

Pertemuan itu turut disaksikan istri (alm) Gus Dur, Sinta Nuriyah, dan segenap keluarga. Dalam pertemuan itulah Mahfud dengan ringan hati menyampaikan dukungan kepada Ma’ruf Amin. Terbukti, persahabatan Mahfud MD dan KH Ma’ruf Amin tetap terjaga sekalipun ada saja kabar-kabar miring dalam dunia politik.

“Ada pertemuan di situ ada Bu Sinta, keluarga anu, jadi tidak ada masalah sebenarnya tapi politik itu sering bentur-benturkan macam-macam itu, biasa dalam politik. Sebenarnya, kami ini sama karena berjuang itu tadi, untuk tujuan yang sama membangun sebuah negara yang diidealkan menurut konsep kaum santri,” kata Mahfud. (*)

Temukan kami di Google News.