Survei SMRC, Publik Perlu Diberi Pilihan Pemimpin Alternatif Berintegritas Sejak Dini

(tangkapan layar) Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, saat mengisi Kuliah Perdana Magister/Doktor Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Sabtu (19/09/2026). Foto: Wahyu Suryana
(tangkapan layar) Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, saat mengisi Kuliah Perdana Magister/Doktor Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Sabtu (19/09/2026). Foto: Wahyu Suryana

Direktur lembaga kajian Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menyatakan, meski Pemilu 2029 masih lama, publik perlu diberi pilihan pemimpin dan tokoh alternatif berintegritas sejak dini.

Kata Fernando, survei opinion leaders Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terbaru adalah upaya untuk memberi edukasi bagi publik tentang stok calon pemimpin mereka di masa mendatang.

Bacaan Lainnya

“Supaya publik tidak terhegemoni tokoh-tokoh populer dari partai politik,” kata Fernando dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026).

Tokoh yang dinilai para Opinion Leaders (akademisi, guru besar, jurnalis senior) yang memiliki integritas, pro penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, dan yang mewakili tokoh demokratif transformatif, sangat perlu digencarkan sejak dini.

Salah satunya seperti yang disebut yakni mantan Menko Polhukam Mahfud MD. “Hasil survei SMRC opinion leaders menunjukkan tingkat kepercayaan terhadap kemampuan Mahfud MD tentunya membuka ruang untuk kembali dipertimbangkan oleh partai politik pada Pilpres 2029 akan datang,” ujarnya.

Namun, karena sistem demokrasi di Indonesia berbasis partai politik, sambungnya, keyakinan kualitas kemampuan kepemimpinan seseorang tentu harus juga diimbangi tekanan kepada partai politik untuk memberi kesempatan tokoh-tokoh yang berkualitas ini mengikuti kontestasi.

“Terus saja dimunculkan agar suara elite linear dengan suara publik akar rumput. Bahwa yang dibutuhkan rakyat adalah bukan yang hanya populer atau populis, namun yang berkualitas, yang terbukti antikorupsi,” sarannya.

Secara khusus, Fernando memcermati kepemimpinan Prabowo Subianto yang saat ini sedang menjadi presiden petahana, hanya meraih skor 5,1 dalam survei SMRC.

Seharusnya, kata dia, hasil survei tersebut menjadi koreksi bagi Presiden Prabowo untuk memperbaiki kinerjanya agar semakin pemerintahannya bisa bertahan hingga 2029.

“Dengan kualitas kepemimpinan yang dianggap begitu rendah, dan kinerjanya tidak memuaskan ini sejalan dengan banyaknya kritik dan tidak puasnya masyarakat terkait dengan program pemerintah seperti MBG, KDMP dan keterlibatan TNI terlalu banyak dalam ranah sipil,” terangnya.

Diketahui, hasil studi opinion leaders yang dilakukan SMRC terbaru menemukan, dalam skala 0 sampai 10, Mahfud MD menempati urutan teratas sebagai sosok yang punya skor kualitas kepemimpinan tertinggi.

Studi ini dilakukan September 2026. SMRC menggelar survei melibatkan 200 ahli berbagai disiplin ilmu dan tokoh media. Mereka diminta menilai kualitas kepemimpinan 31 tokoh yang potensial menjadi Presiden 2029.

Secara rata-rata, Mahfud MD dinilai sebagai tokoh yang memiliki kualitas personal atau kualitas kepemimpinan demokratik-transformatif paling tinggi dengan rata-rata skor 7.6, dalam skala 0-10.

“Kalau kita lihat berbagai ukuran, Prof. Mahfud MD adalah yang secara umum dinilai yang terbaik dari semua nama yang ada dengan skor tertinggi di semua kategori,” kata Pendiri SMRC Saiful Mujani saat merilis surveinya di FISIP UIN Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Selanjutnya dengan skor yang sama, Anies Baswedan (7), Basuki Tjahaja Purnama (7), Dedi Mulyadi (7), Pramono Anung Wibowo (7), Zainal Arifin Mochtar (7). Kemudian, Sri Mulyani Indrawati (6.9), Ganjar Pranowo (6.8), Retno Marsudi (6.8), Usman Hamid (6.7), Sherly Tjoanda Laos (6.7), Bivitri Susanti (6.7), Saldi Isra (6.7), Feri Amsari (6.7), Agus Harimurti Yudhoyono (6.5), Megawati Soekarnoputri (6.4), Sudirman Said (6.3), Sukidi (6.3), dan Yusril Ihza Mahendra (6).

Sementara itu, untuk kelompok tokoh dengan skor di bawah 6,0 antara lain Sukidi (5,8), A. Muhaimin Iskandar (5,7), Ubedilah Badrun (5,6), Almuzammil Yusuf (5,5), Prabowo Subianto (5,5), Bahlil Lahadalia (5,4), Puan Maharani (5,3), serta Zulkifli Hasan (5,3).

Adapun peringkat terbawah dalam indikator kemampuan memimpin ini ditempati oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang memperoleh skor 4,3, diikuti Kaesang Pangarep di posisi buncit dengan skor 3,9. MB03