Istighotsah Kubro di Cirebon, Ulama Minta Keadilan Ditegakkan

Istighotsah Kubro dan Halal Bihalal Doa untuk Indonesia yang digelar di Cirebon, Jawa Barat, Jumat (3/4/2026), menjadi panggung suara keras masyarakat soal keadilan.

<Ribuan warga menyuarakan kegelisahan atas sejumlah kasus yang dinilai belum tuntas.

Bacaan Lainnya

Pimpinan Majelis Al Barkah Surya Cirebon KH. Muhammad Ilyas Khaelani menegaskan, negara tidak boleh membiarkan kasus-kasus besar terus menggantung tanpa kejelasan.

“Jangan biarkan kasus-kasus seperti KM 50 dan kasus Vina menggantung tanpa kepastian. Ini menyangkut rasa keadilan masyarakat,” tegas Kiai Ilyas.

Menurutnya, istighotsah ini bukan hanya ritual keagamaan, melainkan tekanan moral agar hukum benar-benar ditegakkan secara adil dan transparan.

“Kalau memang itu perlu dijelaskan, maka jelaskan. Kalau itu perlu ditegakkan, maka tegakkan. Negara ini punya hukum, dan hukum tidak boleh kalah,” ujarnya.

Dia pun menilai, lambannya penyelesaian sejumlah perkara justru berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap institusi negara, khususnya aparat penegak hukum.

“Ketika kasus tidak kunjung selesai, publik bertanya-tanya. Di situlah kepercayaan bisa runtuh,” katanya.

Kiai Ilyas juga menyoroti pentingnya keberanian pemerintah menuntaskan berbagai kasus yang masih menjadi beban sosial di tengah masyarakat. Ia berharap Presiden Prabowo Subianto dapat mengambil langkah tegas.

“Kami berharap Presiden Prabowo bisa menyelesaikan ini dengan baik. Selesaikan semua kasus yang belum terselesaikan. Ini harapan masyarakat,” pintanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan aparat penegak hukum, khususnya Polri, agar tetap menjaga integritas dan tidak terpengaruh oleh kepentingan apa pun dalam menjalankan tugasnya.

“Kami berdoa agar aparat dijauhkan dari godaan yang merusak integritas. Hukum harus ditegakkan secara jujur, terbuka, dan profesional,” imbuhnya.

Bagi Kiai Ilyas, doa yang dipanjatkan dalam istighotsah ini adalah bentuk harapan terakhir masyarakat agar keadilan benar-benar hadir di negeri ini.

“Kami hanya bisa bermunajat. Semoga kebenaran terungkap dan keadilan ditegakkan,” pungkasnya. MF03