Ini Alasan Jimly Asshiddiqie Sebut Mahfud MD Lebih Hebat Darinya

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) pertama, Jimly Asshiddiqie (tengah), dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (07/02/2026). Foto: Wahyu Suryana
Ketua Mahkamah Konstitusi )MK) pertama, Jimly Asshiddiqie (tengah), dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (07/02/2026). Foto: Wahyu Suryana

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) pertama dan kedua, Jimly Asshiddiqie dan Mahfud MD, mengenang momen-momen awal kedua tokoh itu saling kenal. Jimly menyampaikan, pada 1998 mereka ahli-ahli ketatanegaraan memang sangat intensif melakukan pertemuan.

Saat itu, ia menceritakan, Wapres Habibie membuat Komisi Nasional Reformasi Menuju Masyarakat Madani. Ada kelompok politik diketuai Susilo Bambang Yudhoyono dan ada kelompok hukum yang diketuai Jimly, dan membentuk Panel Ahli Perubahan Konstitusi.

Dalam kaitan itu, mereka mengundang ahli-ahli dari seluruh Indonesia. Pertemuan itu kadang-kadang dilakukan terbatas di rumah tokoh lain, Ismail Suny, dan di sana dia kerap bertemu dengan Mahfud MD, seorang pakar hukum yang datang dari Yogyakarta.

“Itu beliau (Mahfud MD) hadir. Jadi, itu banyak sekali yang kita kerjakan selama Reformasi. Nah, saya kenal sama beliau itu salah satu narasumber yang utama untuk ide-ide reformasi konstitusi,” kata Jimly kepada terusterang.id dan ditayangkan dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (07/02/2026).

Tapi, ia merasa, Mahfud merupakan sosok yang lebih hebat darinya. Pasalnya, Mahfud sudah dua kali jadi menteri, Menteri Pertahanan di era Presiden Gus Dur dan Menko Polhukam di era Presiden Jokowi, posisi yang kebetulan tidak pernah diisi Jimly.

“Cuma bedanya dia lebih hebat dari saya ini, saya enggak pernah jadi menteri, dia bolak balik jadi menteri, hampir jadi Wapres,” ujar mantan Ketua ICMI tersebut.

Bagi Jimly, jika dicari tandingannya, Mahfud lebih cocok disandingkan dengan sosok seperti Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra. Apalagi, ia menyampaikan, baik Mahfud maupun Yusril sama-sama pernah mengikuti kontestasi tertinggi Pilpres.

“Kalau ditandingkan, tandingannya Yusril, bukan Wapres dia, Calon Presiden masih MPR. Nah, jadi jangan disandingkan sama saya, saya jauh ini, dia lebih hebat ini,” kata Jimly.

Pada kesempatan itu, Mahfud turut melemparkan pujian kepada Jimly yang disebutnya sebagai sosok hebat. Bahkan, ia mengungkapkan, Jimly merupakan orang pertama yang mengajaknya ke MK, tepatnya ketika Mahfud masih menjadi Rektor Universitas Kadiri.

“Tapi, yang pertama kali ngajak saya ke MK kan beliau, ketika muncul ini ada calon-calon hakim MK yang bagus, nanti ada Pak Mahfud, ada Pak Yusril, loh kok Pak Jimly nyebut saya, ternyata dimuat oleh koran, saya mulai tertarik, saya ke MK beneran,” ujar Mahfud. (WS05)

Temukan kami di Google News.