Diantar Pulang, Mahfud MD Kenang Momen Pertama Bertemu Jimly Asshiddiqie

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013, Mahfud MD, dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (07/02/2026). Foto: Wahyu Suryana
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013, Mahfud MD, dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (07/02/2026). Foto: Wahyu Suryana

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) pertama dan kedua, Jimly Asshiddiqie dan Mahfud MD, ternyata memiliki jalinan pertemanan yang sudah lama. Bahkan, jauh sebelum kedua pakar hukum tata negara ini diamanahkan memimpin lembaga penjaga konstitusi, MK.

“Nama Pak Jimly waktu itu, waktu kami sama-sama muda lah ya di awal tahun 80-an, akhir-akhir 80-an sampai 90-an gitu, Pak Jimly ini sudah cukup dikenal sebagai orang yang dekat atau satu grup dengan kolompok hukum tata negara UI,” kata Mahfud dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (07/02/2026).

Ia menyampaikan, selain nama-nama besar kala itu seperti Ismail Suny, Harun Al Rasyid, atau Harmaily Ibrahim, ada nama Jimly Asshiddiqie yang mulai mengemuka. Namun, Mahfud menyatakan, momen pertama pertemuan terjadi di rumah Ismail Suny.

“Kemudian ada usul amandemen itu ahli-ahli hukum tata negara bertemu di rumah Pak Ismail Suny, pokoknya di Jakarta, di situ Pak Jimly mewakili Jakarta, saya mewakili Yogya, untuk ahli-ahli HTN lalu bersepakat, kita usulkan amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) itu di awal-awal reformasi dipimpin oleh Pak Ismail Suny,” ujar Mahfud.

Walau sudah lama mendengar namanya, Mahfud menerangkan, itu merupakan momen pertama bertemu secara fisik dengan Jimly. Setelah pertemuan, Jimly menanyakan Mahfud yang memang dari Yogyakarta soal di mana dirinya tinggal atau di mana dirinya menginap.

Mendengar Mahfud menginap di Hotel Indonesia, lanjut Mahfud, Jimly yang saat itu sudah memiliki mobil menawarkan untuk mengantarnya. Di sana, kedekatan antara dosen Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Indonesia (UI) mulai terbangun.

“Di situ pertama kali ketemu fisik, lalu ditanya Pak Jimly, Pak Mahfud tinggal di mana, saya di HI, ini naik taksi, sudah saya antar, diantar Pak Jimly, hebat Pak Jimly mobilnya bagus, sudah punya mobil, di situ saya mulai kenal dan seterusnya,” kata Mahfud.

Sebelum secara bergantian memimpin MK, ternyata Jimly dan Mahfud secara bergantian pula memimpin Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara. Sebab, setelah Ismail Suny dan Sri Soemantri, kepemimpinan dilanjutkan Jimly dan setelah itu dilanjutkan Mahfud.

Hal itu membuat Jimly dan Mahfud banyak bertemu dan berada dalam forum-forum yang sama. Pada kesempatan itu, Jimly malah mengungkapkan cerita yang sedikit berbeda karena seingatnya pertemuan dengan Mahfud sudah lebih dulu terjadi di Yogyakarta.

“Ingatan saya sih sudah lebih dulu saya kenal di Jogja itu tadi, saya bilang saya kan Sekjen Badan Kerjasama Pergurun Tinggi Islam, Ketua Umum-nya Rektor UNISBA, Pak Achmad Tirtosudiro, yang kemudian menjadi Ketua DPA, saya sekjen rektor-rektor ini, Wakil Ketua Pak Malik Fadjar, saya suka keliling ketemu sama dia (Mahfud) di situ,” ujar Jimly. (WS05)

Temukan kami di Google News.