Temui Tokoh-Tokoh Kritis, Mahfud MD Berharap Presiden Dengar Masyarakat untuk Tahu Fakta Lapangan

Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, dalam podcast Terus Terang Mahfud MD di YouTube Mahfud MD Official, Selasa (03/02/2026). Foto: Wahyu Suryana
Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, dalam podcast Terus Terang Mahfud MD di YouTube Mahfud MD Official, Selasa (03/02/2026). Foto: Wahyu Suryana

Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, menyambut baik langkah Presiden Prabowo yang mengundang dan menemui tokoh-tokoh yang selama ini cukup kritis. Sebab, ia melihat, ada masalah soal informasi yang sampai ke Presiden Prabowo yang sering tidak utuh.

“Sehingga, Presiden itu memberi jawaban beda dengan data lapangan. Saya sudah tanya kenapa, karena untuk sampai informasi ke Presiden itu saringannya banyak sekali dan Pak Prabowo mendengar mungkin keluhan ini,” kata Mahfud kepada terusterang.id dan ditayangkan dalam podcast Terus Terang Mahfud MD di YouTube Mahfud MD Official, Selasa (03/02/2026).

Maka itu, ia melihat, Presiden langsung mengundang tokoh-tokoh yang selama ini sering dikategorikan berseberangan. Sebab, Mahfud menekankan, mereka merupakan orang-orang yang memiliki ide untuk perbaikan Indonesia, bukan berharap apa-apa.

“Sehingga, yang terpenting dari pertemuan itu ya harus kita sambut gembira, yang penting sekarang Presiden mau mendengar langsung bukan hanya dari saringan-saringan yang mungkin ada yang tidak berani, mungkin ada yang punya kepentingan sendiri,” ujar Mahfud.

Mahfud turut merespons apa yang diungkapkan salah satu tokoh yang hadir, Abraham Samad. Samad menyebut, beberapa yang disampaikan antara lain pentingnya pergantian pimpinan jika ingin mereformasi Polri dan soal Polri berada di bawah kementerian.

Ia berpendapat, jawaban Prabowo yang tidak menutup kemungkinan usulan-usulan itu memberi sinyal positif Presiden cukup memiliki perhatian soal reformasi Polri. Karenanya, Mahfud memberikan apresiasi atas dilaksanakannya pertemuan tersebut.

“Iya, yang penting terlihat dan terasa oleh rakyat Presiden itu mau mendengar, mau mendengar dari masyarakat yang orisinil lah, tidak dikurangi, tidak ditambah, tapi dengar dan dulu sering banyak masalah kan karena beda tuh antara tanggapan dengan apa yang timbul. Orang lalu, kenapa sih Presiden tidak mau mendengar masyarakat,” kata Mahfud.

Bahkan, ia menambahkan, jika Presiden tidak suka kepada kritik, tidak perlu pula orang-orang yang bertemu itu memberikan kritik-kritik. Sebab, Mahfud menilai, Presiden membutuhkan sekadar informasi yang benar saja tentang fakta di lapangan.

Bagi Mahfud, sebagai seorang Presiden, Prabowo memang harus mendapatkan informasi yang lengkap tentang apa yang terjadi di lapangan dan yang dirasakan masyarakat. Setelah itu, ia mempersilakan Prabowo menganalisis apa yang seharusnya dilakukan.

“Karena Pak Prabowo pengalamannya panjang, juga otaknya cerdas lah, kalau mendengar secara baik, dan terbuka, itu akan lebih baik, dan akan lebih cantik kalau misalnya pembantu-pembantunya, menteri-menterinya juga melakukan yang sama,” ujar Mahfud. (WS05)

Temukan kami di Google News.