PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Korban Bencana Di Tapteng

Panitia Natal Nasional PDI Perjuangan (PDIP) menggelar bakti sosial di sejumlah titik terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).

Natal Nasional kali ini digelar bersama para korban bencana dengan mengusung tema “Gotong Royong dalam Kasih Allah.”

Bacaan Lainnya

Panitia Natal Nasional PDIP menyusuri sejumlah posko pengungsian di Kecamatan Tukka, Desa Hutanabolon, Kecamatan Badiri, Kota Sibolga, serta sejumlah lokasi lain yang terdampak bencana.

Ketua Panitia Natal Nasional PDIP Marinus Gea menyatakan, perayaan Natal bersama pengungsi di Tapteng memberikan makna yang berbeda. Natal tidak hanya dimaknai dalam liturgi, tetapi juga diwujudkan melalui praktik nyata cinta kasih.

“Ini bukti kepedulian dan kehadiran PDI Perjuangan di tengah-tengah masyarakat, bahwa PDI Perjuangan mengusung prinsip menangis dan tertawa bersama rakyat. Kami dari panitia Natal Nasional PDIP berbagi kasih bersama rakyat,” kata Marianus dikutip Senin (26/1/2026).

Natal Nasional PDIP bersama masyarakat terdampak bencana di Gereja HKBP Hutanabolon, Kecamatan Tukka, merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan wilayah yang terdampak bencana.

“Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri menginstruksikan agar Natal Nasional dilaksanakan bersama saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Kita ingin hadir, merasakan apa yang mereka rasakan, dan berbagi pengharapan dan sukacita,” ujarnya.

Diterangkan, perayaan Natal Nasional tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi iman dan aksi nyata. Kehadiran PDIP di tengah masyarakat mencerminkan makna kelahiran Yesus Kristus yang hadir dalam kesederhanaan dan pengorbanan demi keselamatan umat manusia.

“Sebagaimana hakikat Natal, Tuhan Yesus hadir membawa keselamatan melalui pengorbanan. Demikian pula kita sebagai anak bangsa, bergotong royong membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana,” ucapnya.

Pada Natal Nasional PDIP tahun ini, diangkat subtema “Dengan Perayaan Natal PDI Perjuangan, Kita Pulihkan Semangat Masyarakat Tapanuli Tengah untuk Bangkit Lebih Cepat,” serta subtema khusus PDI Perjuangan “Gotong Royong dalam Cinta dan Kasih Allah.”

Panitia Natal Nasional PDIP bersama seluruh kader juga melakukan potong tumpeng bersama masyarakat terdampak bencana sebagai bagian dari perayaan hari ulang tahun Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, menyampaikan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kebersamaan PDIP dengan masyarakat terdampak bencana.

“Kehadiran PDI Perjuangan sebagai bentuk semangat kebersamaan. Pada kesempatan ini akan dilakukan pembangunan 50 unit hunian sementara,” kata Masinton.

Sebelum puncak perayaan Natal Nasional, PDIP juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan, antara lain bantuan untuk rumah ibadah gereja dan masjid yang rusak, bedah rumah bagi keluarga terdampak bencana dengan kategori rusak ringan, sedang, berat, hingga hilang, serta santunan bagi keluarga korban jiwa.

Selain itu, disalurkan pula bantuan peralatan kebersihan, perlengkapan sekolah berupa seragam siswa dan guru, peralatan masak, baik untuk pengungsi maupun warga yang telah kembali ke rumah, serta kegiatan trauma healing untuk pemulihan psikologis korban bencana.

Pelayanan kesehatan juga diberikan melalui pengerahan Kapal Kesehatan Laksamana Malahayati yang melayani pengobatan gratis bagi warga terdampak.

Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan, Ribka Tjiptaning menjelaskan, RS Apung Laksamana Malahayati dijadwalkan sandar di PPN Sibolga, Tapteng, selama beberapa hari untuk melayani kesehatan para korban bencana.

“Selama periode ini, masyarakat atau pun para korban bencana dipersilakan datang dan akan mendapatkan layanan kesehatan gratis di RS Apung Laksamana Malahayati,” kata Ribka.

RS Apung Laksamana Malahayati, sambung Ribka, mengemban misi pelayanan kesehatan bagi masyarakat pesisir dan pulau-pulau terpencil di Indonesia.

“Selain pengobatan gratis, pada tanggal 23 nanti adalah hari ulang tahun Ibu Megawati Soekarnoputri. Kita akan merayakannya bersama pengungsi,” tutur Ribka. RLS/MF03