Respons Dipilihnya Pj Ketum PBNU, Mahfud MD Berharap Konflik Bisa Diselesaikan Dengan Bermartabat

Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, dalam podcast Terus Terang Mahfud MD di YouTube Mahfud MD Official, Selasa (09/12/2025). Foto: Wahyu Suryana
Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, dalam podcast Terus Terang Mahfud MD di YouTube Mahfud MD Official, Selasa (09/12/2025). Foto: Wahyu Suryana

Pakar hukum tata negara dan Nahdliyin, Mahfud MD, merespons Rapat Pleno yang digelar untuk menetapkan Penjabat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia menilai, itu bisa jadi jalan ke luar, tapi bisa juga menjadi blunder baru.

“Mungkin itu dianggap sebagai jalan ke luar. Tapi, menurut saya, itu bisa jalan ke luar, tapi bisa blunder baru. Kenapa, kalau mau dianggap sebagai jalan ke luar, ya sudah, daripada ribut-ribut, ditentuk dulu penjabat untuk menggantikan Gus Yahya sambil menyiapkan muktamar. Apakah muktamar dipercepat, apa muktamar luar biasa, atau muktamar biasa,” kata Mahfud kepada terusterang.id dan ditayangkan dalam podcast Terus Terang Mahfud MD di YouTube Mahfud MD Official, Selasa (09/12/2025).

Tapi, ia mengingatkan, persoalannya Gus Yahya tidak mau dipecat dengan dalih dia mengemban mandataris Muktamar. Karenanya, Mahfud melihat, jika dipilih Penjabat Ketua Umum PBNU, nantinya malah akan ada dualisme kepemimpinan yang ada di PBNU.

“Oleh sebab itu, kalau mengangkat, nanti akan ada dualisme dan dua-duanya tidak ada yang disalahkan oleh hukum. Malah, Gus Yahya posisinya secara hukum masih tercatat di Kumham, yang ini nanti kalau mau buat komunikasi-komunikasi politik, komunikasi publik, dan komunikasi organisatoris, nah dia tidak ada namanya. Kecuali, bisa mengganti Kumham, Kumham sendiri mungkin tidak akan ikut campur,” ujar Mahfud.

Soal sikap Kumham, Mahfud turut menyarankan agar mereka tidak ikut campur dulu dan tidak ikut berkomentar selama konflik masih terjadi. Ia merasa, itu sikap yang baik karena jika salah berkomentar dan salah bersikap malah bisa memperkeruh suasana.

Maka itu, ia berpendapat, keputusan memilih Penjabat Ketua Umum PBNU ini bisa jadi bagus, tapi bisa jadi tidak bagus untuk konflik PBNU. Termasuk, soal Muktamar yang memang lebih baik jika ditunjuk orang-orang yang disepakati kedua pihak berkonflik.

“Kecuali disepakati oleh keduanya, sudah yang Penjabat Ketua Umum kita beri mandat bersama untuk menyiapkan. Bisa kan, disepakati supaya mencari titik temu dengan pihak Gus Yahya, itu disepakati bersama kalau memang diberi tugas untuk menyiapkan. Tapi, kalau sepihak agak susah membayangkan bahwa itu akan jalan,” kata Mahfud.

Mahfud menambahkan, kalau kedua pihak yang berkonflik bisa menempuh titik-titik kesepakatan akan lebih bagus. Utamanya, keduanya sepakat terlebih dulu untuk mengendapkan ribut-ribut yang terjadi untuk nantinya dibahas lagi di Muktamar.

Kemudian, orang-orang yang turut disepakati kedua pihak untuk menjalankan mandat mempersiapkan Muktamar yang akan diselenggarakan tahun depan. Karenanya, menurut Mahfud, penting agar orang-orang yang dipilih merupakan yang disepakati keduanya.

“Sehingga tidak ada peluang Muktamar akan pecah. Kalau dominasi, itu akan sulit saya membayangkan. Ya, tapi ya mudah-mudahan saya salah, mudah-mudahan ini hari ini, rapat hari ini bisa menyelesaikan masalah. Apalagi, kyai-kyai Sepuh sudah pada bicara agar ditempuh cara islah, cara bermartabat, cara bermartabat,” ujar Mahfud. (WS05)

Temukan kami di Google News.