Kenang Keteladanan Hoegeng, Mahfud MD Sarankan Semua Polisi Tonton Pentas ‘Pasien No 1’ untuk Intropeksi

Cuplikan pentas seni bertajuk 'Pasien No. 1' yang digagas budayawan, Butet Kartaredjasa, di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jumat (31/10/2025). Foto: Wahyu Suryana
Cuplikan pentas seni bertajuk 'Pasien No. 1' yang digagas budayawan, Butet Kartaredjasa, di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jumat (31/10/2025). Foto: Wahyu Suryana

Budayawan, Butet Kertaredjasa, menyampaikan keprihatinannya atas aparat penegak hukum yang semakin jauh dari rakyat lewat panggung teater. Kali ini, disampaikan Butet melalui pentas seni bertajuk ‘Pasien No. 1’ di Taman Ismail Marzuki (TIM).

Pementasan menampilkan perilaku aparat penegak hukum yang kerap berbuat semena-mena kepada rakyat kecil, dan melupakan tugasnya untuk mengayomi dan melindungi. Aparat yang dimaksud ada polisi, hakim, dan jaksa dengan latar cerita sebuah rumah sakit.

Dibalut tingkat lucu komedian-komedian Tanah Air, ‘Pasien No.1’ menjadi tontonan yang sangat segar dinikmati sampai akhir. Di akhir, Butet mengingatkan publik akan sosok luar biasa bernama, Jenderal Hoegeng Imam Santoso, yang tepat jadi teladan.

“Negeri sedang sakit, hukum itulah pasien nomor satu di negeri ini dan kita, kita inilah, kalian, kalian semua berkuasa atau tidak berkuasa, kalian yang berkewajiban menyehatkan negeri yang sakit,” kata Butet di Teater Besar TIM, Jumat (31/10/2025).

Pentas yang disutradarai Agus Noor ini dimeriahkan komedian-komedian ternama. Ada Cak Lontong, Akbar, Inayah Wahid, Sruti Respati, Marwoto, Susilo Nugroho, Joned, Wisben, Mucle Katulistiwa, Silir Wangi, Sri Krishna Encik, dan Olla Simatupang.

Salah satu tokoh yang menonton pentas tersebut, Mahfud MD mengatakan, dari sudut pandang sebuah hiburan pentas ‘Pasien No.1’ dirangkai begitu penuh. Artinya, dari awal sampai akhir pentas sukses membuat orang-orang terkesima dan tertawa bersama.

Ia merasa, pesan yang ditampilkan sangat tepat yaitu memanggil kembali keteladanan dari sosok seorang polisi yang bersih. Sebab, Mahfud mengingatkan, saat ini polisi sedang mendapat banyak sorotan dari masyarakat dan sangat memerlukan keteladanan.

Sehingga, lanjut Mahfud, Butet dan kawan-kawan memanggil Hoegeng untuk diingat lagi jasanya dan perannya dalam penegakan hukum melalui institusi kepolisian. Bahkan, ia menyarankan, semua polisi menonton sebagai masukan dalam rangka intropeksi diri.

“Bagus, saya terkesan, menurut saya polisi seharusnya senang, polisi yang ingin institusinya baik atau yang ingin almamaternya baik perlu menonton pentas ini, kalau perlu diborong saja biar polisi semua yang nonton agar bisa intropeksi. Bagus ini tidak menyinggung siapapun, tapi menimbulkan panggilan moral,” ujar Mahfud. (WS05)