Setelah meraih empat penghargaan bergengsi dari Busan International Film Festival (BIFF) 2025, ‘Pangku’ resmi ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia. Gala premier film pertama Reza Rahadian sebagai sutradara itu dihadiri tokoh-tokoh nasional.
Mulai mantan menkopolhukam, Mahfud MD sampai musisi legendaris, Iwan Fals hadir di Epicentrum XXI. Hadir pula sineas-sineas layar lebar seperti Slamet Raharjo, Cristine Hakim, Garin Nugroho, Jajang C Noer, Hanung Bramantyo, Mira Lesmana, dan lain-lain.
“Filmnya bagus sekali, memotret kehidupan sosial masyarakat di Jalur Pantura. Cerita tentang perjuangan seorang ibu muda yang karena keterbatasan pilihan, mencari nafkah untuk anaknya dengan menjadi pelayan kopi pangku,” kata Mahfud kepada terusterang.id, Rabu (29/10/2025).
Mahfud turut memuji akting yang bagus dari pemeran-pemeran ‘Pangku’ seperti Claresta Taufan, Fedi Nuril, dan Cristine Hakim. Kepada terusterang.id, Reza sempat pula menceritakan film perdana yang digarapnya sebagai sutradara tersebut.
Reza menuturkan, film ‘Pangku’ merupakan surat cinta untuk ibu dan mengambil latar kopi pangku yang jadi tradisi sekitaran Pantura. Bercerita tentang seorang ibu tunggal yang tidak memiliki pilihan dalam hidup, tapi tidak memilih untuk menyerah.
“Ada orang-orang yang memilih satu jalur tertentu karena tidak ada opsi lain,” ujar Reza saat hadir dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official.
Ia mengingatkan, pilihan itu berarti ada di antara, bisa memilih a atau bisa memilih b. Tapi, ada orang-orang yang tidak punya pilihan dan satu-satunya jalan yang ada ya di depan mata, dan itu harus dilewati banyak orang.
Reza merasa, kita sering lupa mengapresiasi bahwa perjuangan itu merupakan pula proses kehidupan yang memiliki nilai. Kita kerap hanya merasa kalau tolak ukur orang sukses itu kalau sudah dia sudah memiliki sesuatu.
“Kalau sudah punya a, b, c, d, bahwa ada orang yang bisa survive sampai hari ini, minimal bisa makan, bisa memberi pendidikan buat anak-anaknya itu adalah pencapaian yang luar biasa, film ini menyentuh wilayah itu, dan sesuatu yang tidak didramatisir memang begitulah adanya,” kata Reza. (WS05)
