Cerita Leon Hartono Disurati Usai Bahas Kasus Korupsi Dirut Taspen di Podcast

Pegiat media sosial, Leon Hartono, saat memberikan pandangan dalam diskusi Pemuda Merawat Nalar Bangsa yang digelar Terus Terang Media dan ditayangkan di YouTube Mahfud MD Official, Senin (20/10/2025). Foto: Wahyu Suryana
Pegiat media sosial, Leon Hartono, saat memberikan pandangan dalam diskusi Pemuda Merawat Nalar Bangsa yang digelar Terus Terang Media dan ditayangkan di YouTube Mahfud MD Official, Senin (20/10/2025). Foto: Wahyu Suryana

Pegiat media sosial, Leon Hartono, membagikan pengalamannya disurati usai menguliti salah satu kasus korupsi seorang pimpinan BUMN. Tepatnya, kasus korupsi Direktur Utama Tabungan dan Asuransi Pegawati Negeri (Taspen) di podcastnya The Overpost.

“Ada keinginan untuk menyuarakan apa yang terjadi di kejadian Taspen. Jadi, kita ngomong, kemarin kasus korupsi gara-gara apa, apa yang terjadi segala macem, tiba-tiba dikirimi surat sama Taspen,” kata Leon dalam diskusi Pemuda Merawat Nalar Bangsa yang digelar Terus Terang Media dan ditayangkan di YouTube Mahfud MD Official, Senin (20/10/2025).

Leon mengungkapkan, Taspen membanggakan dirinya sebagai perusahaan good corporate governance, dan menyebut dirinya punya profit tertinggi. Anehnya, mereka menolak hadir ketika diundang ke podcast, tapi minta dibacakan surat yang mereka kirimkan.

“Gue bacain suratnya, mereka bilang mereka adalah perusahaan yang good corporate governance. Oke, terus kenapa kemarin direktur utamanya tersangka korupsi? Mereka bilang mereka profitnya adalah tertinggi dalam sejarah, terus kenapa dari segala aset lu punya return itu cuma nol koma sekian persen gitu, misalnya,” ujar Leon.

Setelah itu, ia menuturkan, Taspen meminta tatap muka. Ketika ditanya apakah Dirut Taspen yang baru akan datang, ternyata mereka bilang tidak. Itu menjadi keanehan lain yang membuat Leon bingung, untuk apa pertemuan langsung yang mereka minta itu.

Padahal, ia mengingatkan, yang dibicarakan di podcast jelas-jelas sudah diberitakan di media-media massa. Namun, Leon mengaku, ternyata tetap ada dampak yang baik dari kejadian itu. Pasalnya, Leon mengungkapkan, datang undangan dari BUMN-BUMN lain.

“Dalam waktu satu minggu kemudian gue diundang sama BUMN yang lain buat berbicara, mirip-mirip seperti ini, itu mereka mendukung apa yang gue lakukan. Jadi, ternyata surat yang dikirim sama Taspen tadi itu disirkulasi di BUMN ini,” kata Leon.

Bagi Leon, apa yang dilakukan Taspen ini merupakan sesuatu yang sebenarnya tidak boleh dilakukan sebagai Public Relation. Sebab, bisa dibilang, apa yang mereka lakukan sebenarnya malah menjadi semacam ‘self destruct’ bagi nama Taspen sendiri.

Meski begitu, ia menyadari, sekecil apapun yang kita lakukan sebenarnya tetap ada dampak, meskipun mungkin belum signifikan merubah keadaan. Mungkin, ia berpendapat, apa yang kita lakukan tidak bisa kita lihat langsung berdampak menurunkan korupsi.

“Minimal ada impact-nya, bahwa apa yang kita suarakan itu adalah hal yang benar. Mungkin kita nggak bisa lihat hasilnya sekarang, mungkin nggak bisa lihat langsung gitu, oh tiba-tiba, indeks korupsi kita turun, tiba-tiba bisnis kita jadi lebih mudah, tiba-tiba cara mereka melakukan bisnis jadi jauh lebih efektif. Kita mungkin nggak bisa lihat sekarang. Tapi, minimal ada impactnya lah, semua sekecil apapun,” ujar Leon. (WS05)