Diduga Siksa WNI Lain, Kemlu Konfirmasi 3 WNI Ditangkap di Malaysia

Seorang WNI yang menjadi korban penyiksaan sesama WNI lain di Malaysia saat dijenguk Anggota DPR RI non-aktif, Uya Kuya. Foto: Instagram @king_uyakuya
Seorang WNI yang menjadi korban penyiksaan sesama WNI lain di Malaysia saat dijenguk Anggota DPR RI non-aktif, Uya Kuya. Foto: Instagram @king_uyakuya

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan penangkapan tiga warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia. Penangkapan mereka diduga karena terlibat dalam penyiksaan sadis terhadap sesama WNI berinisial DAK beberapa waktu yang lalu.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha mengatakan, Kedutaan Besar RI (KBRI) di Kuala Lumpur terus berkoordinasi dengan kepolisian Malaysia (PDRM) terkait kasus itu. Sementara, tim pelindungan dari KBRI telah bertemu korban.

“Melalui koordinasi dengan PDRM, diperoleh informasi bahwa pelaku sejumlah enam orang telah ditangkap dan dilakukan penahanan untuk keperluan investigasi. Enam pelaku terdiri dari tiga WNI dan tiga pemegang KTP Malaysia,” kata Judha, Kamis (16/10/2025).

Judha menyampaikan, KBRI sendiri menerima pengaduan terkait penyiksaan terhadap DAK pada 12 Oktober 2025. Besoknya, tim pelindungan KBRI langsung menemui DAK di rumah sakit tempatnya dirawat. Sejauh ini, terdapat indikasi pelaku utama merupakan WNI.

“Dari investigasi awal, diperoleh indikasi pelaku utama adalah WNI,” ujar Judha.

Dari korban, diperoleh informasi dia mengalami penyiksaan yang dilakukan sesama WNI dan warga negara Malaysia karena masalah pribadi pada 7 Oktober 2025. Dibantu warga setempat, DAK kemudian dibawa ke rumah sakit di Kuala Lumpur untuk perawatan medis.

Judha memastikan, kondisi korban saat ini berangsur pulih, bisa komunikasi dengan baik dan dapat berjalan tanpa alat bantu. KBRI juga terus berkomunikasi dengan RS, mempersiapkan dokumen membantu penyelidikan, dan menyediakan pendamping hukum.

“KBRI akan terus memantau proses kasus dimaksud, termasuk pendampingan hukum bagi korban,” kata Judha.

Judha mengimbau kepada WNI di luar negeri untuk senantiasa menjaga perilaku dan menghindari tindakan yang melanggar hukum negara lain. Lewat Instagramnya, Anggota DPR non-aktif, Uya Kuya, diketahui sempat membesuk DAK saat dirawat di RS.

Dalam postingan itu, Uya menyebutkan kalau DAK merupakan korban korban percobaan pembunuhan berencana. Bahkan, DAK sudah sempat mengalami penyiksaan sadis, sebelum ditemukan selamat di pinggir jalan tol oleh warga setempat yang membawanya ke RS. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.