Cerdas Otak Mulia Watak, Mahfud MD Minta Kader Pesantren Berkontribusi Nyata Bawa Indonesia ke Era Emasnya

(tangkapan layar) Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, saat menyampaikan pidato kunci di Seminar Nasional dan Lokakarya dalam rangka 2 Abad Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Kamis (16/10/2025). Foto: Wahyu Suryana
(tangkapan layar) Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, saat menyampaikan pidato kunci di Seminar Nasional dan Lokakarya dalam rangka 2 Abad Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Kamis (16/10/2025). Foto: Wahyu Suryana

Pakar hukum tata negara, Mahfud MD mengatakan, pondok pesantren saat ini harus terus meningkatkan mutu pendidikannya. Kemudian, mendiversifikasinya ke bentuk lembaga-lembaga pendidikan formal yang sejalan kebutuhan pembangunan Indonesia.

Ia mengingatkan, menuju 2045 hanya tinggal 20 tahun lagi Indonesia akan sampai pada era Indonesia Emas. Sebuah era yang diproyeksikan tidak ada lagi kemiskinan dan pengangguran karena Indonesia sudah jadi negara berdauulat, maju, adil, dan makmur.

“Saya meminta agar pesantren menyiapkan kader yang akan berkontribusi nyata di era tersebut. Kader pesantren mempunyai kelebihan karena mereka tidak hanya diajari bagaimana mencerdaskan otak, tapi juga memuliakan watak. Simpelnya, santri dan warga pesantren adalah generasi ulul albab,” kata Mahfud, Kamis (16/10/2025).

Hal itu disampaikan Mahfud saat menjadi pembicara di Seminar Nasional dan Lokakarya dalam rangka peringatan 2 Abad Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Kegiatan tersebut mengusung tema Pengembangan Mutu Pendidikan Islam di Pesantren.

Meski begitu, ia mengingatkan, cita-cita luhur Indonesia Emas 2045 itu bisa saja tidak tercapai. Manakala, lanjut Mahfud, korupsi masih terus merajalela, penegakan hukum masih terus serampangan, dan rakyatnya berperilaku hedonis dan materialistis.

“Oleh karena itu, kesederhanaan, kesantunan, dan ketawadlu’an yang merupakan ajaran inti pesantren, menjadi kunci penting membangun Indonesia yang bebas korupsi,” ujar Mahfud dalam acara yang diikuti pengasuh, asatiz, asatizah, guru besar dan alumni dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang tersebar di berbagai pelosok Nusantara itu.

Mahfud menekankan, jika ini semua terjadi, Indonesia akan terus langgeng dan tidak akan bubar pada 2030 seperti yang sering disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Mengutip Novel Ghost Fleet, peringatan itu disampaikan Prabowo sejak 2018 lalu. (WS05)

Temukan kami di Google News.