Pemerintah ‘Tutup Sementara’ Dapur MBG yang Sebabkan Keracunan

Posko penanganan korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (23/09/2025). Foto: Instagram @badangizinasional.ri
Posko penanganan korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (23/09/2025). Foto: Instagram @badangizinasional.ri

Menteri Koordinator bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menutup sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bermasalah. Langkah ini diambil menyusul kasus keracunan di sejumlah daerah.

“SPPG yang bermasalah ditutup untuk sementara dilakukan evaluasi dan investigasi,” kata Zulhas, Minggu (28/09/2025).

Evaluasi dilakukan terkait kedisiplinan, kualitas, dan kemampuan juru masak. Zulhas menegaskan, tidak hanya di tempat yang sudah ada kasus kercaunan, tapi seluruh SPPG akan dievaluasi ihwal kedisiplinan, kualitas, dan kemampuan dari juru masak.

Zulhas mewajibkan kepada SPPG untuk mensterilisasi seluruh alat makan, termasuk memperbaiki proses sanitasi, khususnya terkait kualitas air dan alur limbah. “Semua dievaluasi dan diinvestigasi,” ujar Zulhas.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) sudah mengumumkan sepanjang periode Januari-September 2025 ada 70 insiden keamanan pangan, termasuk keracunan dan 5.914 orang jadi korban. Ada 9 kasus dengan 1.307 korban ditemukan di wilayah I Sumatera.

Kemudian, di wilayah II Pulau Jawa, ada 41 kasus dengan 3.610 penerima MBG yang terdampak. Selain itu, ada di wilayah III di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, dan Nusa Tenggara ada 20 kasus dengan 997 penerima MBG yang terdampak.

Dari 70 kasus keracunan itu, penyebab utamanya ada kandungan beberapa jenis bakteri seperti yaitu e-coli pada air, nasi, tahu, dan ayam. Lalu, staphylococcus aureus pada tempe dan bakso, salmonella pada ayam, telur, dan sayur, bacillus cereus pada menu mie, dan coliform, PB, klebsiella, proteus dari air yang terkontaminasi. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.