Dipanggil Kemendagri, Wali Kota Prabumulih yang Copot Kepsek karena Tegur Anaknya Minta Maaf

Wali Kota Prabumulih, Arlan, yang ramai di medsos karena mencopot Kepala Sekolah karena menegur anaknya. Foto: Instagram @cak.arlan_official
Wali Kota Prabumulih, Arlan, yang ramai di medsos karena mencopot Kepala Sekolah karena menegur anaknya. Foto: Instagram @cak.arlan_official

Wali Kota Prabumulih, Arlan, mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada masyarakat. Ini terkait polemik pencopotan Kepala SMP Negeri 1 Prabumulih, Prabumulih Utara, Sumatera Selatan, Roni Ardiansyah, yang disebut dicopot karena menegur anaknya.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Arlan usai dipanggil dan dimintai keterangan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung oleh Arlan di Kantor Itjen Kemendagri, Jakarta.

“Pertama-tama saya mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia dan terkhususnya masyarakat Prabumulih yang mana telah saya mengakui kesalahan saya atas kejadian ini,” kata Arlan, Kamis (18/09/2025).

Arlan menyampaikan permohonan maaf kepada Roni yang turut hadir dalam kesempatan tersebut. Arlan mengaku menyadari kebijakan yang dibuatnya dengan langsung mencopot kepala sekolah tersebut keliru dan berjanji akan belajar dari kesalahan tersebut.

“Ini membuat satu hikmah bagi saya dan mempelajari bagi saya, dengan adanya kejadian ini saya ambil satu hikmahnya,” ujar Arlan.

Polemik yang ramai diperbincangkan di media sosial ini bermula ketika Roni dicopot usai menegur anak Arlan yang membawa kendaraan ke sekolah. Dalam konferensi pers, Arlan mengatakan, anaknya tidak membawa kendaraan ke sekolah, tapi diantar sopir.

Dia bercerita, itu terjadi pada saat hari libur nasional 5 September 2025. Ketika itu, Arlan menyebut anaknya sedang latihan drumband di suatu lokasi yang berjarak tidak jauh dari sekolah. Namun, hujan deras turun, sehingga murid diminta balik.

“Anak saya diantar sopir Pak, bukan dibawa sendiri, mau masuk (ke sekolah], tidak boleh, langsung dia ke luar, begitu dia keluar, sudah, selesai. hujan-hujan, anak-anak itu basah,” kata Arlan.

Anehnya, Arlan merasa tidak ada pencopotan terhadap Roni. Tapi, Arlan mengakui, dia meminta Kepala Dinas Pendidikan Prabumulih menegur Roni, bahkan sudah menyampaikan ancaman dalam teguran itu kalau terulang lagi akan mencopot Roni sebagai Kepsek.

“Cuma secara lisan penyampaian saya, tolong kasih tahu ke Pak Kepala Sekolah, melalui Kepala Dinas Pendidikan, tolong ditegur Pak Roni, jangan sampai terulang lagi, kagek (nanti) aku copot, cuman sebatas itu,” ujar Arlan.

Selain itu, masih membantah dia mencopot Roni, Arlan mengakui sudah memindahkan salah satu satpam yang menegur anaknya ke Satpol PP. Meski begitu, Arlan mengaku, kini posisi satpam itu sudah dikembalikan dan kembali ke SMP Negeri 1 Prabumulih.

Roni yang turut hadir menerangkan, dirinya memang mendapat teguran dari Wali Kota Prabumulih. Bahkan, melalui Dinas Pendidikan Prabumulih, Roni menerima ancaman dari Wali Kota Prabumulih kalau akan ada pengganti Kepsek atau Pelaksana Tugas (Plt).

“Saya hanya mengikuti aturan dari pemerintah dan juga mungkin melalui Dinas Pendidikan, dan akhirnya pada hari yang ditentukan, saya juga menerima bahwa isu yang beredar, berita yang beredar, saya mungkin mendapat teguran dengan harus diganti dengan mungkin kepala sekolah yang baru atau Plt,” kata Roni.

Kini, Roni sudah kembali menjadi Kepala Sekolah di SMP Negeri 1 Prabumulih. Namun, tidak seperti Arlan yang banyak membela diri dan anaknya, Roni malah menyampaikan permintaan maaf dan berharap dirinya bisa memperbaiki diri pada masa mendatang.

“Ini satu hal yang luar biasa bagi saya, terima kasih, dan saya juga dengan segala kerendahan hati, mohon maaf untuk hal yang sempat terangkat di media dan media sosial. Saya berdoa ke depannya saya bisa lebih baik lagi bisa memperbaiki diri,” ujar Roni. (Antara/WS05)