Kepada Gen Z, Mahfud MD Yakinkan Indonesia Emas Tercapai dan Suara Mereka Berpengaruh

Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, bersama perwakilan-perwakilan homeless media yang datang untuk berdialog di Kantor Terus Terang Media, Senin (08/09/2025). Foto: Junaidi Ibnurrahman
Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, bersama perwakilan-perwakilan homeless media yang datang untuk berdialog di Kantor Terus Terang Media, Senin (08/09/2025). Foto: Junaidi Ibnurrahman

Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, menerima kunjungan anak-anak muda Gen Z yang merupakan perwakilan berbagai homeless media. Mereka dating untuk bertukar pandang tentang kondisi bangsa dan tantangan masa depan.

Mahfud sendiri mengaku takjub dengan perkumpulan yang menamakan diri Indonesia New Media Forum tersebut. Pasalnya, setiap bulan konten-konten yang mereka buat mampu meraup penonton sampai 3 miliar lebih.

“Sampai sekitar itu luar biasa untuk sebuah gerakan menyadarkan anak-anak muda Indonesia ke masa depan. Saya mengucapkan selamat, apalagi tadi ada bagaimana membangun pemimpin atau tokoh Indonesia masa depan dan masa depan itu adalah Indonesia Emas,” kata Mahfud, Senin (08/09/2025).

Ia menerangkan, Indonesia Emas merupakan satu ide di mana nanti sudah tidak ada lagi orang miskin di Indonesia. Mahfud menegaskan, modal yang dimiliki cukup dan sudah dihitung berdasarkan segala segi keilmuwan.

Tapi, ia menyampaikan, itu bisa saja tidak sampai kalua situasi politik Indonesia tidak diatur dengan baik. Sebab, saat kebutuhan yang terlalu besar tidak terlayani baik dan benar bisa menimbulkan disintegrasi.

“Kalau Anda main-main saya bisa sendiri tanpa negara, kalau Anda masih korupsi dan sebagainya. Sehingga, pernah dikatakan Pak Prabowo 2018 itu Indonesia kalau begini-begini saja, tidak memperbaiki politik, ekonomi dan hukumnya secara lebih baik Indonesia 2030 akan bubar,” ujar Mahfud.

Mahfud menegaskan, harapan untuk mewujudkan Indonesia Emas tetap ada dan optimisme soal itu memang harus dijaga. Ia meyakini, kemajuan itu akan terjadi secara linier, secara alamiah, asal kita tidak neko-neko.

Tinggal, Mahfud melihat, kita perbaiki perjalanan bangsa. Salah satu masalah yang Mahfud identifikasi tidak lain penempatan orang-orang di posisi yang tepat masih kurang karena banyak nepotisme atau koncoisme.

Sekarang, Mahfud melihat, harus seksama mengatur itu karena belakangan kita banyak melihat posisi-posisi penting ditempati orang yang tidak tepat. Terutama, komisaris-komisaris BUMN yang tidak jelas keahliannya.

Mahfud mengingatkan, Indonesia sudah merdeka, memiliki perangkat hukum dan konstitusi. Tapi, ia menekankan, kita memang harus tepat mengisi posisi-posisi penting dengan orang-orang sesuai prestasi kemampuannya.

“Apakah itu didengar? Jangan khawatir, itu didengar. Saudara, saudara-saudara ini sangat bisa mempengaruhi kebijakan pemerintah,” kata Mahfud.

Bagi Mahfud, salah satu bukti suara mereka didengar tidak lain terjadi perombakan kabinet atau reshuffle oleh Presiden Prabowo. Yang mana, merupakan keresahan masyarakat beberapa Waktu terakhir, terutama Gen Z.

“Itu artinya apa, itu artinya teriakan, teriakan saudara-saudara semua untuk memperbaiki orang, teriakan kita semua, kalau ini tidak didengar gejolak akan terus timbul, itu kan berarti ada gunanya kehadiran kita,” ujar Mahfud.

Dialog sendiri melibatkan puluhan anak-anak muda yang didominasi Gen Z dan perwakilan dari berbagai homeless media. Antara lain dari Invi Pop, Good Stat, GNFI, Maple Media, Nalar TV, Leet Media, Creativox, Modest Talk, Kok Bisa, Indozone, dan Geomedia. (WS05)

Temukan kami di Google News.