Ingin Ikut Maraton? Pertimbangkan Faktor Usia dan Kondisi Fisik

(ilustrasi) Peserta maraton JCO Run 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Minggu (10/08/2025). Foto: Wahyuningrat
(ilustrasi) Peserta maraton JCO Run 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Minggu (10/08/2025). Foto: Wahyuningrat

Dokter subspesialis kedokteran olahraga RSUI, Listya Tresnanti Mirtha mengatakan, masyarakat perlu mempertimbangkan faktor usia dan kondisi fisik sebelum berolahraga. Termasuk, jika memilih olahraga lari.

“Tapi, bukan tidak mungkin untuk berlari, tergantung kondisi masing-masing. Kondisi medis tertentu, misalnya artritis, radang sendi, lebih cocok untuk dilakukan jalan kaki,” kata Listya dalam diskusi olahraga lari di Fakultas Kedokteran UI Salemba, dikutip Rabu (09/10/2025).

Listya menekankan, olahraga bagi usia lanjut disarankan untuk berjalan karena mempertimbangkan risiko yang rendah pada sendi. Pada kondisi pemulihan dari cedera, biasanya perlu istirahat dari olahraga lari.

Memilih berjalan bisa jadi bagian dari program pemulihan karena dampak yang lebih rendah dan tidak memperparah cedera. Selain itu, perlu juga diketahui tujuan latihan yang diinginkan dan target yang ingin dicapai.

Baik berjalan atau berlari, Listya menegaskan, harus disesuaikan dengan kondisi individu dan tidak bisa disamakan orang lain. Bagi yang tingkat kebugarannya tinggi, sangat disarankan lari untuk manfaat lebih besar.

“Kemudian, tentu saja konsultasi ke dokter sebelum memulai melakukan program latihan, terutama pada kondisi-kondisi medis tertentu,” ujar Listya.

Saat ingin memulai olahraga, perlu kepatuhan dan konsistensi dengan menetapkan tujuan realistis yang mampu dilakukan. Buat jadwal latihan sesuai porsi yang bisa menjadi strategi untuk menjaga konsistensi.

Listya turut menyarankan untuk menggunakan aplikasi untuk memantau aktivitas harian untuk memantau perkembangan Latihan. Selain itu, dapat bergabung dengan komunitas-komunitas untuk meningkatkan motivasi.

“Hal yang paling penting evaluasi rutin kemajuannya, karena bila tidak dievaluasi maka kita tidak tahu perkembangannya seperti apa,” kata Listya.

Untuk pemula, ia menyarankan jeffing atau kombinasi jalan-lari karena minim risiko cedera dan tingkatkan daya tahan secara bertahap. Metode ini meningkatkan kapasitas aerobik dan dapat disesuaikan tingkat kebugaran.

“Selalu melakukan pemanasan dan menggunakan alas kaki yang tepat untuk mengurangi risiko cedera,” ujar Listya. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.