Direktur Imparsial Laporkan Serangkaian Teror yang Menimpanya ke Polda Metro Jaya

Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputro, saat menjadi narasumber dalam program Poker di kanal YouTube Terus Terang Media, Minggu (29/05/2025). Foto: Wahyu Suryana
Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputro, saat menjadi narasumber dalam program Poker di kanal YouTube Terus Terang Media, Minggu (29/05/2025). Foto: Wahyu Suryana

Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputro, melaporkan serangkaian teror yang dialaminya. Termasuk, pembobolan mobilnya dan hilangnya dokumen-dokumen berharga milik Imparsial ke Polda Metro Jaya.

Ardi didampingi oleh kuasa hukumnya membuat laporan ke Polda Metro Jaya pada Selasa (09/09/2025). Laporan tercatat dengan nomor: LP/B/6318/IX/2025/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 9 September 2025.

“Melaporkan serangan yang berulang terhadap saya pribadi maupun juga kami di Imparsial dalam beberapa waktu belakangan ini, kira-kira semenjak dari Desember 2024, Januari 2025, Juli 2025, Agustus dan sampai September 2025 ini,” kata Ardi, Selasa (09/09/2025).

Terkait pembobolan mobil, Ardi menerangkan, kejadian bermula saat dia singgah untuk makan di sebuah rumah makan di Jalan Wibawa Mukti, Jatisari, Jatiasih Kota Bekasi, pada Senin (08/09/2025) malam.

Namun, baru 25 menit meninggalkan mobil, kaca mobilnya sudah pecah. Ardi lalu menginfokan pemilik tempat makan soal kejadian itu. Ternyata, pemilik tempat makan menyatakan itu merupakan kejadian pertama di sana.

“Kemudian, saya ingatkan, ya mudah-mudahan ini enggak terjadi, ingatkan pelanggan yang lain, jangan sampai ini juga terjadi berikutnya. Saya tanya ke rumah makan itu, mereka tidak punya CCTV, dan jarak dari tempat yang ada CCTV, cukup jauh,” ujar Ardi.

Ardi mengaku bingung lantaran spion, dompet, dan barang bernilai lainnya tetap utuh. Sedangkan, yang hilang justru dokumen-dokumen penting berisikan kegiatan milik Imparsial.

“Itu dokumen kegiatan aktivitas Imparsial. Kalau jatuh di tangan orang yang memang punya niat untuk melemahkan kerja-kerja kami, itu mungkin berguna,” kata Ardi.

Ardi curiga, serangan ini berhubungan dengan kerja-kerja Imparsial. Terakhir, Imparsial aktif mengadvokasi korban aksi demonstrasi. Tak hanya mobil, WA-WA banyak yang diserang pada 20 dan 28 Agustus 2025.

Setelah berdiskusi, Ardi memutuskan untuk melaporkan serangkaian teror ini kepada Polda Metro Jaya. Ardi berharap, pelakunya segera ditangkap, sehingga motif serangan yang dialaminya selama ini bisa terungkap.

“Kami perlu mendesak kepolisian untuk mengungkap kira-kira kenapa hal ini berulang kemudian juga terjadi pada momen-momen tertentu,” ujar Ardi. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.