Tokoh Madura, Islah Bahrawi, mengaku pesimis melihat tata kelola pemerintahan. Pasalnya, banyak menteri-menteri warisan mantan presiden, Joko Widodo, yang dulunya memusuhi Presiden Prabowo. Ia menilai, Jokowi tidak hanya mewariskan utang, tapi mewariskan orang-orang yang tidak berkualitas.
“Jokowi itu kepada Prabowo bukan hanya mewariskan utang, bukan hanya mewariskan krisis anggaran dan krisis fiskal, tapi juga mewariskan personal-personal sampah yang akhirnya bermasalah, buktinya Noel korupsi, dia ketua Joman, Jokowi Mania, ada Budi Arie yang terduga judol,” kata Islah saat menjadi host tamu dalam program Sate Demokrasi di kanal YouTube Terus Terang Media, Rabu (27/08/2025).
Ia mengingatkan, masih banyak lagi orang-orang di pemerintahan yang dulunya loyalis Jokowi, bahkan mati-matian menyerukan Prabowo dipenjara. Islah menekankan, Prabowo betul-betul dijadikan musuh bersama, tapi belakangan berbalik sikapnya menjilat Prabowo, seperti dulu mereka lakukan ke Jokowi.
Islah menyampaikan, dulu Noel sebagai Ketua Joman malah menyatakan dukungan kepada Ganjar dengan membentuk Ganjar Mania, ketika Jokowi diperkirakan mendukung Ganjar Pranowo. Tapi, setelah diketahui Jokowi tidak mendukung Ganjar tapi Prabowo, Noel langsung beraksi dengan membuat Prabowo Mania.
“Ini sudah kelihatan bahwa dia avonturir politik dan kemudian kualitasnya terbukti. Yang menarik, Noel itu mengeluarkan pernyataan gantung koruptor, hukum mati koruptor, ternyata dia sudah menerima uang Rp 3 miliar itu karena dia menerima Desember 2024, pernyataan itu dibuat Februari 2025 kalau tidak salah,” ujar Islah.
Selain Noel, lanjut Islah, ada pula Raja Juli Antoni yang sekarang menjadi Wakil Menteri Kehutanan, dan beberapa akomodasi terhadap orang-orang yang dulu begitu anti-Prabowo dan sangat menjilat Jokowi, sekarang malah jadi komisaris BUMN. Misalnya, Ade Armando, Silfester Matutina, dan lain-lain.
“Segala macam ini sebenarnya penjilat Jokowi yang dulu secara brutal menyerang Prabowo,” kata Islah.
Kondisi itu membuat Islah mengaku penasaran dengan Kementerian BUMN, khususnya sosok seperti Erick Thohir yang merupakan Menteri BUMN, terhadap Presiden Prabowo. Pasalnya, dari tangan Erick Thohir inilah dikeluarkan Surat Keputusan (SK) yang menjadikan relawan-relawan ini sebagai komisaris BUMN.
“Sebenarnya posisi Erick Thohir terhadap Prabowo seperti apa, apa profilingnya Prabowo kok didiamkan,” ujar Islah. (WS05)
