Kata Kemenekraf Soal ‘Merah Putih: One for All’ Disebut Dibiayai Pemerintah

Poster film animasi Merah Putih:One for All yang diposting Instagram @perfiki.tv.
Poster film animasi Merah Putih:One for All yang diposting Instagram @perfiki.tv.

Film animasi bertema kebangsaan ‘Merah Putih: One for All’ saat ini sedang jadi perbincangan hangat. Bukan perbincangan positif, melainkan cemoohan dari publik karena kualitas visual yang dinilai tidak layak layar lebar. Apalagi, beredar rumor kalau film animasi itu dibiayai Pemerintah.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, membantah Kementerian Ekonomi Kreatif memberi bantuan dana maupun memfasilitasi promosi untuk film animasi ‘Merah Putih: One for All.’ Hal itu disampaikan usai film animasi itu mendapat banyak cemoohan dari masyarakat.

“Saya sendiri menerima audiensi tim produksi film beberapa waktu yang lalu, di mana saya menyampaikan beberapa masukan dari saya, termasuk yang teknis terkait cerita, karakter looks and feels, trailer dan lain-lain, ini selalu saya lakukan di setiap audiensi dengan semua pihak,” tulis Irene dalam postingan di Instagram pribadinya yang dikonfirmasi, Senin (11/08/2025).

Ia menjelaskan, dirinya mendengar aspirasi dari pelaku industri animasi dan memberikan umpan balik berdasarkan pengalamannya sendiri. Irene sendiri mengapresiasi adanya animasi tersebut sebagai tanda masyarakat ingin industri film dan animasi Indonesia semakin maju.

Menurut Irene, semua pejuang ekonomi kreatif bebas untuk memamerkan karyanya selama memberikan dampak positif kepada masyarakat. Namun, ia menyatakan, pemerintah tidak memberi bantuan dana maupun memfasilitasi promosi untuk film garapan Perfiki Kreasindo itu.

“Kami tidak memberikan bantuan finansial dan tidak memberikan fasilitas promosi kepada film tersebut,” ujar Irene.

Film animasi ‘Merah Putih: One for All’ sendiri dijadwalkan tayang di bioskop 14 Agustus 2025. Cuplikannya sudah dipublikasikan di kanal YouTube Perfiki TV, CGV Kreasi, dan Historika Film. Film itu disutradarai dan ditulis oleh Endiarto dan Bintang, serta diproduseri oleh Toto Soegriwo.

Film animasi ini menceritakan tentang sekelompok anak-anak yang terpilih menjadi ‘Tim Merah Putih’ untuk menjaga bendera pusaka di desa yang tenang menjelang Hari Kemerdekaan. Namun, bendera tersebut hilang yang memaksa mereka bersatu dalam misi penyelamatan. (Antara/WS05)