Google Tempuh Jalur Hukum jika Australia Masukkan YouTube ke Daftar Larangan

Tampilan kantor Google yang ada di Melbourne, Australia.
Tampilan kantor Google yang ada di Melbourne, Australia.

Google mengancam akan mengambil langkah hukum terhadap Pemerintah Australia jika mereka masukkan YouTube dalam larangan media sosial pertama dunia bagi anak di bawah 16 tahun. Itu terungkap lewat surat yang dikirim Google ke Menteri Komunikasi Australia, Anika Wells.

“Mempertimbangkan opsi hukum jika pemerintah federal membatalkan keputusan sebelumnya yang mengecualikan YouTube dari larangan medsos itu,” tulis surat itu, Selasa (29/07/2025).

Bacaan Lainnya

Surat yang dipublikasikan oleh surat kabar News Corp Australia itu berargumen bahwa YouTube merupakan sebuah platform siaran langsung video, bukan platform media social. Menekankan akan ada gugatan hukum atas pencantuman YouTube dalam larangan atas dasar konstitusional.

Berdasarkan larangan tersebut, sejumlah platform seperti Meta, TikTok, dan Snapchat sudah diwajibkan mengambil langkah-langkah yang wajar untuk mencegah anak-anak di bawah 16 tahun membuat atau mengakses akun. Semua itu akan mulai berlaku pada Desember 2025.

Pemerintah federal awalnya memutuskan tidak memasukkan YouTube dalam larangan karena konten pendidikan dan kesehatan. Tapi, pada Juni 2025, penasihat keamanan daring terkemuka Australia, eSafety Commissioner, menyatakan seharusnya tidak ada platform yang dikecualikan.

Ketika ditanya tentang ancaman gugatan hukum Google, Menteri Layanan Sosial Australia, Tanya Plibersek menyampaikan, pemerintah tidak akan bisa diintimidasi oleh perusahaan-perusahaan teknologi. Mereka menekankan, semua dilakukan untuk melindungi anak-anak.

“Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk memastikan anak-anak Australia tetap aman. Kami tidak akan dapat diintimidasi untuk mundur mengambil tindakan oleh raksasa media sosial mana pun,” kata Plibersek ke stasiun televisi Seven Network, Senin (28/07/2025).

Perwakilan dari Meta, TikTok, dan Snapchat pada Maret lalu mengajukan pernyataan kepada pemerintah federal yang mengkritik keputusan mengecualikan YouTube. Sementara, mereka yang tidak bisa mencegah akses anak-anak di bawah 16 tahun didenda sampai AUD 50 juta. (Antara/WS05)