Tom Lembong Diduga Sudah Lama Ditarget Jokowi karena Dukung Anies Baswedan

Postingan Instagram Anies Baswedan yang memotret Tom Lembong dari belakang di persidangan, Jumat (18/07/2025).
Postingan Instagram Anies Baswedan yang memotret Tom Lembong dari belakang di persidangan, Jumat (18/07/2025).

Pengamat politik dan ekonomi dari PEPS, Anthony Budiawan mengatakan, rekayasa kasus atau kriminalisasi dalam kasus Tom Lembong sudah terlihat sejak penetapan tersangka 29 Oktober 2024. Artinya, sekalipun tidak salah, pengadilan akan mencari-cari kesalahan dari Tom Lembong.

“Kenapa saya katakan begitu? Karena saya sudah mendapat informasi Oktober 2023, satu tahun sebelumnya Tom Lembong sudah diancam untuk diterbitkan sprindik pada saat Tom Lembong mau menjadi tim sukses Anies Baswedan dan Cak Imin, satu tahun kemudian baru itu ke luar,” kata Anthony dalam program Poker di kanal YouTube Terus Terang Media, Kamis (17/07/2025).

Bacaan Lainnya

Bagi Anthony, tuduhan yang dialamatkan kepada Tom tidak masuk akal. Pasalnya, Tom dituduh melakukan tindak pidana korupsi pada 2015 dan 2016. Padahal, biasanya kasus lama itu kembali diperiksa kalau memiliki indikasi awal seperti disebutkan dalam persidangan-persidangan lain.

Apalagi, ia mengingatkan, menteri-menteri perdagangan sebelum dan sesudah Tom melakukan pula kebijakan impor yang sama. Bahkan, Anthony menekankan, impor gula kristal mentah jadi praktik lazim setiap tahun sudah dilakukan sejak 2009 untuk dikonversi jadi gula kristal putih.

“Sekarang pun masih dilakukan karena kondisi sektor industri gula kristal putih kita itu memang defisit, selalu harus impor. Produksi tebu kita stagnan dan kadang turun, kebutuhan konsumsi gula pasir itu naik. Contoh, 2016 produksi gula pasir cuma 2,2 juta ton, realisasi 3,03 juta ton,” ujar Anthony.

Anehnya, ia menyampaikan, Tom Lembong sudah ditahan sebelum ada bukti audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Padahal, sebelumnya dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah menyatakan ‘clear and clean’ tidak ditemukan kesalahan untuk kasus itu.

“Tom Lembong sudah ditahan 29 Oktober 2024, 29 Oktober 2024 itu belum terbit hasil audit investigasi BPKP karena ternyata dari surat penyerahan audit itu tertanggal 20 Januari 2025, oleh karena itu baru disidangkan, bisa dilimpahkan itu baru awal Maret,” kata Anthony.

Anthony merasa, semua itu semakin menguatkan dugaan Tom memang ditarget, setidaknya sejak memutuskan mendukung Anies Baswedan di Pilpres 2024. Sebab, itu berarti Tom akan berseberangan dengan Jokowi karena anaknya, Gibran Rakabuming Raka, yang juga jadi kontestan.

Menurut Anthony, Jokowi menjadi orang yang sangat memahami kapasitas orang seperti Tom karena Jokowi sendiri yang memilih Tom sebagai Menteri Perdagangan. Bahkan, Tom beberapa kali menulis pidato Jokowi, bahkan mewakili Jokowi tanya jawab di forum-forum internasional.

“Yang menarget pasti adalah Jokowi, atasan Kejaksaan dong, kalau ada yang ditarget tidak mungkin Kejaksaan bermain sendiri, Kejaksaan di bawah siapa, di bawah Presiden, sprindik 2023 mau dikeluarkan masa Presiden Jokowi, 8 Oktober pemeriksaan pertama masih Jokowi,” ujar Anthony.

Anthony menduga, semua itu dilakukan Jokowi demi mengamankan jalan mulus anaknya, Gibran Rakabuming Raka, di kontestasi Pilpres 2029. Karenanya, ia merasa, Jokowi memang begitu mengkhawatirkan kombinasi antara orang seperti Tom dengan orang seperti Anies.

Selain itu, Anthony menambahkan, sebenarnya Prabowo merupakan sosok yang nantinya akan dirugikan dari kriminalisasi terhadap Tom. Apalagi, satu hari usai Tom ditahan sudah ada berita-berita internasional yang mendiskreditkan, menuding Prabowo bermain keras ke lawan politik.

“Jadi, Jokowi sudah berpikir untuk 2029, makanya Gibran sudah dipasang sejak awal jadi Wakil Presiden. Jadi, harapannya Prabowo akan berhenti lah di 2029, karena umur dan sebagainya,” kata Anthony. (WS05)