Mahfud MD Sebut Kasus Zarof Ricar Bisa Jadi Awal yang Baik Prabowo Benahi Hukum

prabowo subianto
Menhan RI, Prabowo Subianto.

Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, mendukung komitmen Presiden Prabowo yang janji mengejar koruptor sampai ke Antartika. Mahfud menilai, tertangkapnya Zarof Ricar bisa jadi momentum sangat penting bagi Presiden Prabowo mewujudkan pemberantasan mafia peradilan yang ada di Indonesia.

Mahfud menyarankan Presiden Prabowo bisa mengejar koruptor-koruptor lain dengan mengembangkan kasus tertangkapnya mantan pejabat Mahkamah Agung (MA) tersebut. Apalagi, Mahfud mengingatkan, penelusuran Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap Zarof sudah melakukan kejahatan itu sejak 2012.

“Pak Prabowo kan janjinya mau mengejar sampai ke Antartika, nggak usah ke Antartika, ke rumah Zarof saja sekarang, ini dulu perkara apa saja, kan kalau itu menyangkut perkara pidana, apalagi korupsi, itu kalau kasusnya terjadi sejak 2012 sampai sekarang itu masih bisa dibuka lagi, hakimnya yang sudah pindah, hakimnya yang sudah pensiun pun bisa diadili lagi,” kata Mahfud, Selasa (29/10/2024).

Hal itu disampaikan Mahfud dalam episode terbaru podcast Terus Terang Mahfud MD yang tayang di kanal YouTube Mahfud MD Official. Ia meyakini, barang bukti mencapai Rp 1 triliun yang ditemukan di rumah Zarof Ricar bukan cuma miliknya, tapi milik hakim-hakim yang mungkin menitipkan uangnya.

Apalagi, selama menjabat atau setidaknya sampai sebelum pensiun, Zarof Ricar merupakan Kepala Balitbang Diklat Kumdil di Mahkamah Agung. Artinya, lanjut Mahfud, dia memang bukan hakim, melainkan orang yang mengurus atau menjadi semacam perantara untuk mengurus sebuah kasus.

“Oh, saya yakin bukan punya dia, dia kan bukan hakim, dia hanya pejabat, sama dengan Sekretaris Mahkamah Agung kan bukan hakim, yang kemudian korupsinya sangat besar itu, kan bukan hakim mereka, dia mengurus perkara ke orang, dibagi ke hakim,” ujar mantan Ketua MK tersebut.

Terhadap Presiden, Mahfud sendiri mengaku malah memiliki harapan setidaknya terhadap komtimen Prabowo dalam pemberantasan korupsi. Mahfud mengungkapkan, harapan itu tumbuh usai mendengar pidato perdana Prabowo Subianto sebagai Presiden RI di MPR maupun dalam wawancara terbarunya.

“Iya saya melihat ada harapan, sampai hari ini itu masih konsisten loh Pak Prabowo, terakhir saya melihat wawancaranya tentang pemberantasan korupsi juga masih kuat dengan SCTV, dengan Retno Pinasih, bagus tuh, itu memberi harapan,” kata Mahfud.

Kemudian, Mahfud memberikan perhatian atas langkah Prabowo mengharuskan Eselon 1 dan Menteri-Menteri untuk memakai mobil buatan Pindad, Maung. Bagi Mahfud, itu merupakan satu langkah yang cukup konkrit mengingat Maung Pindad jelas pabriknya dan bisa dipesan dengan segala spesifikasinya.

Selain itu, Mahfud mendapatkan kesan positif atas ancaman yang disampaikan Presiden Prabowo ke menteri-menteri di Kabinet Merah Putih, terutama agar mereka tidak main-main dengan uang negara. Bagi Mahfud, ancaman itu sangat berarti karena bisa membuat menteri-menteri tidak lagi main-main.

Kecuali, kata Mahfud, jika setelah ancaman demi ancaman yang dilontarkan Presiden Prabowo masih ada menteri-menteri yang bermain. Hal itu akan menjadi preseden buruk karena bisa menandakan kalau kendali Presiden Prabowo terhadap orang-orang yang mengisi Kabinet Merah Putih tidak terlalu kuat.

“Artinya, orang bisa mengatakan nanti Pak Prabowo ini kurang kuat menyentuh, mengendalikan itu. Tapi, sampai hari ini sudah seminggu dilantik, 9 hari, menurut saya masih bagus, kita tinggal tunggu ke depannya,” ujar Guru Besar Hukum Tata Negara UII tersebut. (*)

Temukan kami di Google News.